Jakarta, Jurnalpublik.com – Menyusul kontroversi video wawancara Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang baru dilantik,  Prof. Yudian Wahyudi dengan wartawan Detik.com, Alexander Sudrajat terkait ‘Agama bertentangan Pancasila’Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) melayangkan surat untuk tantangan debat.

Majelis Mujahidin menyebutkan dalam suratnya bahwa Kepala BPIP, Yudian Wahyudi sudah menjungkirbalikkan fakta historis konstitusional terhadap falsafah negara Pancasila.

“Sila pertama Pancasila menempati posisi penting dalam konstitusi Negara Republik Indonesia, dan di dalam Bab Agama (Bab XI). Pasal 29 ayat (1) Undang Undang Negara Republik Indonesia 1945 menyatakan, bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar Negara Republik Indonesia, sehingga ruhnya menjiwai keempat sila yang lain”, tambah MMI dalam suratnya.

Surat tantangan debat tersebut ditanda tangani oleh Irfan S. Awwas (Ketua MMI), M. Shabbarin Syakur (Sekretaris MMI), dan Ustadz Muhammad Thalib (Amir MMI) pada tanggal 15 Februari 2020.

Sebelumnya BPIB, sempat mengklarifikasi jika maksud pernyataan Kepala BPIP, Yudian Wahyudi terkait ‘agama musuh Pancasila’ sebagai berikut:

“Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena kelima sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci keenam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI,” ujar Yudian dalam penjelasan resminya, Jumat (14/2), yang diunggah akun Twitter BPIP, Selasa (14/2).[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.