Jakarta, Jurnalpublik.com – Hari ini (11/12/2019), Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Agama Badan Litbang dan Diklat kementerian Agama, melaksanakan Peluncuran Indeks Kerukunan Umat Beragama di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.

Acara dimulai dengan pembacaan doa bersama, pengibaran bendera merah putih, dan pentas tari budaya nasional.

Menteri agama, Fachrul Razi Batubara, menyampaikan bahwa nilai indeks kerukunan umat beragama kita yang tinggi harus terus kita pelihara.

“Nilai kita dibandingkan yang lalu dan dibandingkan dengan spen-spennya dari 1-100 tinggi sekali, 73,83, tapi sebetulnya lebih kurang dibandingkan dengan tahun 2015 yang kelihatannya lebih tinggi sedikit. Ini sangat membanggakan dan ini harus kita pelihara,” ucap menteri agama Fachrul Razi.

Menteri agama menambahkan terkait banyaknya bisnis pojok halal.

“Tadi ada tambahan saya, saya peringatkan, belakangan ini kan muncul banyak zona-zona halal, pojok halal, zona syariah dan lain sebagainya. Itu kalau nggak hati-hati kelihatan seperti agak eksklusif. Hingga saya sarankan setiap pengusaha yang membuat zona halal, atau pojok halal, atau pojok syariah, dan sebagainya tolong ditambah kata-kata misalnya, halal bagi muslim pasti oke juga bagi semua, hingga nggak kelihatan eksklusifnya,” tutur menteri agama.

Menteri agama menambahkan jangan sampai kerukunan umat beragama terganggu dengan bisnis pojok halal tersebut.

“Jangan sampai kemudian orang merasa, kok kerukunan umat beragama jadi terganggu begini, dimana-mana jual zona halal, pojok halal dan lain sebagainya, itu yang ingin saya tambahkan,” kata Menteri Agama.

Menteri agama juga menerangkan bahwa kita harus sejalan dengan moderasi beragama negara kita.

“Ini juga sejalan dengan konsep negara kita moderasi beragama, mudah-mudahan semua berjalan kedepannya,” ucap menteri agama Fachrul Razi.

Menteri agama juga menanggapi nilai indeks DKI Jakarta yang masih dibawah nilai rata-rata nasional.

“Terkait DKI Jakarta yang nilainya masih dibawah rata-rata, itu akan jadi perhatian kita bersama. Saya punya konsep begini, kita menemukan apa yang paling utama apa, kita breakdown-kan apa, elemen-elemennya apa saja. Kita temukan yang di DKI-nya itu rendahnya dibidang apa. Nanti kita coba fokus kesana. InsyaAllah kita bisa coba mengatasinya bersamalah ya,” tutur menteri agama Fachrul Razi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.