Bangka, Jurnalpublik.com – BAZNAS menggelar seminar “Pengelolaan Zakat Komunitas Sebagai Bentuk Investasi Pengurangan Risiko Bencana.” Seminar ini merupakan bagian dari Technical event dalam rangkaian peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana 2019 dan sebagai salah satu wadah yang bertujuan diantaranya untuk membangun dialog dan diskusi terkait pengelolaan dana zakat sebagai bentuk investasi pengurangan risiko bencana di dalam komunitas.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Baznas Tanggap Bencana dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana, yang di adakan di Hotel Santika Bangka Pangkal Pinang 11 Oktober 2019. Dengan pemateri Nana Mintarti (Anggota BAZNAS), Ahmad Fikri (Kadiv Pendistribusian BAZNAS), Pratomo Cahyo Nugroho (Kasi Pengelolaan Risiko Bencana BNPB) dan Widowati (Manager Humanitarian Forum Indonesia).

Nana Mintarti memaparkan bagaimana potensi komunitas dalam hal ini adalah masyarakat desa untuk mengelola dana zakat melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di tingkat desa. Potensi-potensi tersebut dilihat dari sisi sumber dana zakat di masyarakat, kelembagaan pengelola dana zakat (UPZ Desa) serta efektifitas penyaluran dana zakat sehingga menciptakan kemandirian masyarakat desa.

Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS, Ahmad Fikri sebagai pembicara kedua turut serta menjelaskan bagaimana ruang gerak pengelolaan dana zakat masyarakat desa dalam bidang kebencanaan baik pada tiga fase bencana yang disertai dengan gambaran cetak biru penyaluran dana zakat kepada masyarakat di bidang kebencanaan yang telah dilakukan oleh BAZNAS, diharapkan dapat menjadikan BAZNAS sebagai role mode penyaluran dana zakat pada bidang kemanusiaan bagi lembaga zakat lainnya.

Pratomo Cahyo Nugroho selaku Kasi Pengelolaan Risiko Bencana BNPB dalam kegiatan seminar ini pun memberikan paparannya mengenai upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, dimana masyarakat dilihat sebagai pelaku pengurangan risiko bencana yang mampu memiliki ketangguhan menghadapi bencana. Materi seminar di tutup dengan pembahasan peran lembaga keagamaan dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas yang di isi oleh Widowati Manager Humanitarian Forum Indonesia.

Seminar di hadiri oleh 150 orang peserta, perwakilan dari BAZNAS daerah, BPBD, PMI dan lembaga zakat lainnya dan tamu undangan yang merupakan perwakilan dari BNPB, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta 20 lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ). Selain seminar juga di adakan pameran kebencanaan di alun-alun taman merdeka Jl. Jendral Sudirman Taman Sari Pangkal Pinang yang di adakan hingga ahad, 13 Oktober 2019.[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.