Jakarta, Jurnalpublik.com – Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), mendorong kepada seluruh elemen bangsa segera melakukan penanganan dan gerakan kemanusiaan bagi keluarga dan pengungsi yang jadi korban atas tragedi kemanusiaan di Papua.

Dalam pernyataan sikapnya Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) menyatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah terkoyak. Kerusuhan yang menimbulkan banyak korban jiwa di Wamena, Papua, adalah bukti kita perlu belajar lebih dalam tentang menjadi sebuah bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Papua tersebut, setidaknya ada lima poin yang disampaikan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), diantaranya adalah seluruh anggota POROZ menyatakan turut belasungkawa sedalam-dalamnya atas korban yang wafat, dan para pengungsi yang kehilangan harta bendanya.

Selain itu POROZ menyatakan bahwa, bangsa Indonesia perlu memahami lagi tentang persaudaraan dalam bingkai kebangsaan (ukhuwah wathaniyah). Para pendiri negara sejak sebelum kemerdekaan telah bersepakat duduk dan berdaulat bersama. Menurut POROZ, semangat satu bangsa ini perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku penuh kedamaian.

Organisasi induk anggota POROZ, yaitu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,
Hidayatullah, Dewan Dakwah, Persatuan Islam, Wahdah Islamiyah dan Al-Irsyad
Al-Islamiyah juga telah memberikan sikap dan mendorong badan otonom serta elemen organisasi untuk terjun langsung menangani para pengungsi di titik-titik lokasi pengungsian, baik di Wamena maupun Sentani, Jayapura. Selain itu POROZ juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang hendak berkontribusi kemanusiaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.