Jakarta, Jurnalpublik.com

Istirahatlah Adinda….
Masa depan adalah mimpimu…
Simpan tenagamu….
Ada masa kita bertempur…
Pada perang kita…
Yang suci…

Karena aku meneteskan air mata,
Apabila kau terluka…
Tertusuk rasanya padaku…
Berdarah pada lukaku…
Kau adalah hari depanku…
Masa depan dunia kita..
Yang akan kita jaga…

Aku adalah rerumputan yang kau injak…tak mengapa..
Aku adalah penanda dan marka jalan yang kau singkirkan…
Tak mengapa..
Aku menerima menjadi pelana..bagi kudamu yang terbang membawa harapan…
Naiklah…bawa mimpimu serta…

Dinda,
Aku tidak merasa kuat..
Jika melihatmu ada dalam sengketa para raja dan durjana..
Kau bertempur untuk mereka dan kau terluka..
Aku tidak terima…
Aku meredam pilu nestapa..
Aku memberi tanda…
Aku memberi isyarat…
Apakah kau baca?

Istirahatlah Adinda..
Simpan tenaga..
Karena kita akan memilih musuh bersama.. yang sebenarnya…
Bukan saudara kita..
Jangan kawan kita…
Jangan bangsa kita…
Jangan..

I love you Dinda…

Ya Allah,
Jagalah tunas bangsaku..
Dari kehancuran dan kerusakan…
Jadikan mereka harapan..
Hindarkan mereka dari kerusakan yang mereka tidak mengerti…

Ya Allah…
Aku serahkan kezaliman yang tak sanggup kami hadapi kepadaMu
Bantulah kami…
Wahai yang menguasai alam semesta..

Mari kita #DoakanAdinda.

#DoaUntukAdinda

Sumber: tweeter Fahri Hamzah (26/9/2019)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.