Sumsel, Jurnalpublik.com – Aksi mahasiswa yang berlangsung sejak senin, 23 September 2019 hingga hari ini di sejumlah daerah menyuarakan banyak tuntutan, termasuk aksi Daulat Rakyat Sumsel yang berlangsung di depan Gedung DPRD Sumatera Selatan, selasa (24/09).

Koordinator Daulat Rakyat Sumsel, Ardi mengatakan bahwa gerakan yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat ini mendesak Presiden RI Joko Widodo menolak penetapan revisi UU KPK.

” Kami mendesak Presiden Jokowi untuk menolak penetapan revisi UU KPK, selain itu kami menuntut untuk BPJS dibubarkan serta kembali ke Jamkesda, tolak RUU pertanahan dan wujudkan reformasi agraria, tolak segala bentuk politisasi dan intervensi dalam penegakan hukum, usut tuntas dan penjarakan pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla), mafia, perusahan /koorporasi, tolak rancangan kitab UU Hukum Pidana (RKUHP), menolak RUU ketenagakerjaan yang tidak berpihak kepada buruh Indonesia, serta mendesak pemerintah dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM,” ujar Ardi.

Pihaknya juga mengatakan bahwa apabila pemerintah / presiden tidak merespons dan tidak dapat menyelesaikan semua permasalahan dan kesulitan rakyat tersebut, maka presiden harus mundur.

“Jika Presiden Jokowi tak dapat menyelesaikan, maka dia harus mundur dari jabatan, bahkan pada periode selanjutnya,” ucap Ardi.

Daulat Rakyat Sumsel berpendapat, pemerintah hari ini tidak dapat memberikan solusi, kepastian dan kesetaraan hukum, tidak dapat menyelesaikan masalah – masalah sosial dan kemasyarakatan.

“Korupsi makin tinggi, kebakaran hutan / lingkungan (asap), kesenjangan sosial dimana – mana, eksploitasi SDA/SDM yang kian parah, aset banyak yang lepas / hilang, utang semakin banyak, kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, serta tidak dapat menyejahterakan rakyat dan memajukan bangsa Indonesia di kancah dunia dan internasional, maka Jokowi harus mundur, hidup mahasiswa!” tegas Ardi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.