Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Anas RA

Jakarta, Jurnalpublik.com – Setelah keputusan sidang segketa pilpres di mahkamah konstitusi, isu rekonsiliasi kubu 01 dan kubu 02 menjadi teka teki dan mendapat tanggapan yang berbeda di kalangan masyarakat bahkan elit bangsa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tak menutup kemungkinan bahwa sejumlah partai oposisi akan bergabung dengan koalisi Jokowi dengan berkaca pada pilpres 2014, partai Golkar, PAN, PPP yang semula menjadi oposisi berbalik mendukung jokowi-jk.

“ jadi politik itu dinamis sekali, karena itulah dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan, itu biasa saja dalam politik, ucap JK , Jakarta , selasa(25/6).

Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Anas RA mengatakan jika kubu Prabowo-Sandi bergabung di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, maka akan memperlemah pemerintahan kedepan, sebab sebuah negara demokrasi sehat bila kehadiran oposisi berperan positif untuk menciptakan checks and balances dalam pemerintahan.

“Penting ada kelompok di parlemen yang aktif mengkritik pemerintah dan menolak kebijakan politik golongan berkuasa selama jalannya pemerintah agar memastikan kekuasaan tetap berjalan pada rel yang benar serta mencegah pemerintah terseret pada kecenderungan untuk memperluas kekuasaannya dan menyelewengkan penggunaan kekuasaan,” ujar Anas.

Hanya saja lanjut Anas, kosntruksi koalisi di Indonesia tidak permanen kadangkala partai politik anggota koalisi pemerintah tidak selamanya menyetujui usulan pemerintah di parlemen. “Jadi pemerintahan jokowi lebih kuat jika koalisi prabowo memilih oposisi,” pungkas Anas saat ditemui di Ibis Cikini Jakarta (28/6/2019).

Tinggalkan Komentar