Mobil operasional Dompet Dhuafa yang dirusak aparat kepolisian./Istimewa

Jakarta, Jurnalpublik.com – Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa mengajukan protes dalam rilis tertulisnya mengenai peristiwa pemukulan terhadap tim medis yang mereka terjunkan serta pengrusakan mobil operasional yan dilakukan aparat kepolisian pada aksi 23 Mei 2019 di Jakarta.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Drg. Imam Rulyawan mengatakan bahwa sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa menerjunkan tim medis atas dasar kemanusiaan dan memegang teguh prinsip imparsial.

“Sehingga keterlibatan kami dalam aksi unjuk rasa ini tidak didasari motivasi politik atau keberpihakan pada kelompok tertentu,” ujar Drg. Imam Rulyawan.

Dirinya juga membenarkan bahwa telah terjadi tindakan represif oknum kepolisian terhadap tim medis Dompet Dhuafa pada hari kamis 23 Mei 2019 pukul 00.15 dini hari, di sekitar Jl. Abdul Muis Jakarta Pusat.

“Karena tindakan kekerasan tersebut, 3 anggota tim kami mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSPAD, serta 2 kendaraan kami mengalami kerusakan,” tambahnya.

Pihaknya menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian yang berlebihan terhadap tim medis dan relawan lembaga kemanusiaan yang hadir untuk membantu semua pihak, baik pengunjuk rasa, aparat keamanan, maupun masyarakat luas.

“Kami meminta kepada Kepolisian dan TNI untuk memberikan akses yang seluas-luasnya dan perlindungan bagi tim kemanusiaan dan tim medis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949, khususnya Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 tentang perlindungan terhadap petugas kesehatan,” pungkas Drg. Imam Rulyawan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.