Jakarta, Jurnalpublik.com – Dalam sebuah wawancara yang dilakukan sebuah stasiun televisi melalui telepon, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menanggapi terkait rencana kemenkopolhukam membentuk Tim Hukum Nasional.

Menurut Fahri Hamzah, yang perlu dibicarakan saat ini adalah bukan perlu atau tidaknya Tim Hukum Nasional ini dibentuk, akan tetapi perlunya membenahi pemahaman pemerintah terkait negara demokrasi.

“Jadi kita tidak bisa bicara perlu tidak perlu dulu, yang kita perlu bicara ini adalah cara berfikir negara demokrasi itu,” kata Fahri Hamzah (8/5/2019).

Fahri Hamzah menambahkan, bahwa pemerintah tidak mempunyai intelektual berbasis ilmu demokrasi.

“Saya kira ini yang gagal dipahami oleh pemerintah karena pemerintah ini tidak punya national security analysis yang canggih, tidak punya intelektual berbasis ilmu demokrasi yang baik gitu ya, dia nggak punya lawyer-lawyer berkelas ya, dan juga kayanya terputus pemahamannya dari konsepsi amandemen keempat konstitusi kita. Nah inilah yang kemudian membuat mereka ini agak gelagepan sebenarnya. Karena ini kan kebebasan yang sama dengan yang kita alami tahun 2000, 21 tahun yang lalu ketika reformasi itu ada kebebasan rakyat tapi kita mendesain cara merespon negara terhadap kebebasan itu berbeda dengan konsepsi negara otoriter,” terang Fahri Hamzah.

Menurut Fahri Hamzah, pemerintah tidak memahami konsepsi besar terkait demokrasi.

“ini nggak memahami konsepsi besarnya itu, jadi saya kira ini memang pemerintah yang agak miss leading ya dalam pikiran-pikiran besarnya terkait demokrasi, kebebasan sipil, freedom of speech dan sebagainya, itu kayanya dia nggak paham ini gitu loh. Sayang sekali sih, pemerintahan kok ada bisa pemerintahan ide-ide begini dia nggak paham,” tutur Fahri Hamzah.

Menurut Fahri Hamzah, dalam demokrasi rakyat dianggap lebih penting daripada pemerintahan.

“Jadi gini, dalam demokrasi itu dianggap rakyat itu lebih penting daripada pemerintahan daripada negara, karena itulah kebebasan rakyat dan keselamatan rakyat itu harus dijaga. Termasuk kebebasannya didalam berekspresi, menyatakan pendapat, protes dan sebagainya, sebab itu yang akan menjadi modal bagi pertumbuhan dan perkembangan masyarakat. Kita ikut demokrasi ini kan karena lihat Amerika jadi negara hebat, Eropa jadi negara hebat. Kebebasan mengantarkan negara itu pada dititik puncak-puncak peradaban mereka, dalam sejarah juga demikian. Nah kita pilih kebebasan itu supaya rakyatnya yang berkembang dan bertumbuh, nah negara menyesuaikan diri dan mengelola kebebasan itu sehingga kebebasan itu menjadi kekuatan kita didalam bersaing dengan negara-negara lain. Bukan malah dibalik gitu,” jelas Fahri Hamzah.

Tinggalkan Komentar