Jakarta, Jurnalpublik.com – Mengulas sedikit film tahun 2017 yang mungkin menarik untuk anda tonton.

Tanpa mengurangi rasa persaudaraan saya terhadap sesama pendatang, saya sangat mengapresiasi film ini. Film ini sangat layak ditonton untuk siapa saja yang mencintai tanah kampung halamannya, dan menghargai tanah orang asli.

Wind River, film yang terinspirasi dari kisah nyata ini bercerita tentang Jeremy Renner, pria kulit putih, yang menikah dengan seorang Indian, kemudian dia berpisah dengan istrinya karena kekecewaan istrinya sepeninggal putri mereka di usia remaja.

Rasa cinta Renner kepada tanah lahir anak-anaknya, di wilayah Pribumi Wind River Indian, negara bagian Wyoming, Amerika Serikat ini, membuatnya mengabdikan dirinya di pulau Rhode tersebut.

Pendatang yang ingin mengambil keuntungan, dan biasanya, untuk kemudian mengembangkan daerah tersebut, biasanya lagi, tak selalu ramah pada orang asli.

Terlepas dari perubahan dan kemajuan yang dibawa oleh para pendatang. Harusnya orang asli tak terpinggirkan, terlebih disepelekan oleh para pendatang. Seperti yang terjadi di Wind River ini, mulai dari hal kecil sampai kepada pembunuhan kepada orang asli.

Mungkin kemajuan adalah nafas untuk para pendatang, tapi untuk orang asli, apa yang ada ditanah itu, sebelum pendatang datang, itulah nafas mereka.

Anak-anak orang asli yang terkejut dengan pendatang dan perubahan kampung halamannya, biasanya menjadi marah dan selalu merasa ingin melawan dunia.

Dan pada akhirnya, karena beban hidup yang mereka tanggung, tidak sedikit anak-anak orang asli kemudian menyalahkan setiap apa yang menjadi asli dari tanah lahirnya.

Wind River yang selalu bersalju ini, yang selalu disalahkan adalah salju dan ketenangan, namun itu pulalah yang diandalkan orang asli daripada para pendatang untuk bertahan hidup, kebekuan dan ketenangan.

Tinggalkan Komentar