Jakarta, Jurnalpublik.com – Hari ini adalah Hari Buku Anak Internasional. Tanggal 2 April ditetapkan sesuai dengan hari kelahiran sastrawan Hans Christian Andersen, 2 April 1805.

Salah satu tujuan Hari Buku Anak Internasional tentulah mempromosikan buku dan membaca kepada anak-anak dan remaja.

Minat Baca
Membiasakan diri untuk membaca bukanlah hal mudah, siapapun anda, tua ataupun muda.

Kesulitan dalam membagi waktu terlebih kesulitan dalam menumbuhkan minat baca merupakan hal yang biasa dialami siapapun.

Membiasakan diri kita duduk untuk memegang buku perlu pembiasaan yang keras. Terlebih hal yang ingin dibaca bukan hal yang kita gemari.

Langkah dasar untuk menumbuhkan minat baca tidaklah muluk-muluk, cukup tumpuk buku dimana kita bisa melihat buku setiap waktu, dan juga tempelkan tulisan yang menarik di pintu kamar kita; sudahkah kita membaca hari ini, mungkin sedikit membantu keengganan kita. Setelah sebelumnya bertekad akan membaca tentunya.

Minat Menulis
Setelah kesulitan dalam membaca ada yang lebih berat lagi, kesulitan dalam menulis.

Tapi menurut saya seharusnya minat membaca dan menulis bukanlah hal yang sulit saat ini, dikarenakan sudah terbiasanya kita setiap hari membaca dan menulis di media sosial setiap hari, sekian jam, sekian status.

Hal ini harusnya memudahkan kita untuk mulai membaca dan menulis yang lebih berbobot tentunya.

Penulis Muda Dunia
Penulis termuda di dunia ternyata berasal dari Indonesia. Di tahun 2008 lalu, Aulia Oktadiputri, diusianya yang ke sembilan tahun, menerbitkan bukunya yang pertama. Saat menerbitkan bukunya yang pertama Aulia merupakan siswi SDN 3 Pangkal Pinang.

Novel Aulia bercerita tentang kegiatan sehari-hari anak sekolah. Aulia saat itu mengungkapkan bahwa banyak sekali imajinasi yang ada dikepalanya.

Dengan bahasa yang sederhana dan dengan bantuan dan bimbingan orang yang mengerti dan profesional, akhirnya novel Aulia diterbitkan oleh Yayasan Lawang.

Minat Baca Tulis Bianco
Putra saya, Bianco, diusia 8 setengah tahunnya saat ini, juga cukup berminat dalam membaca dan menulis, sebatas yang disukainya tentunya.

Awal tahun 2019 Bianco rajin menulis di buku, ditulis dengan tangan menggunakan pensil, tak rapi tentunya, karena tulisan anak kelas 2 SD. Tapi semua tulisannya saya simpan.

Sebulan kemudian saya menyarankan Bianco untuk menulis dengan mengetik di komputer.

Bianco terbiasa dengan komputer namun belum terbiasa menulis dengan komputer.

Hal pertama yang saya ajarkan adalah meletakkan jari seperti ilmu perkantoran yang saya dapat sewaktu di SMEA, yaitu meletakkan jari di huruf asdfjkl.,.

Saya tidak memaksakan harus seperti itu meletakkan jari, saya hanya menerangkan begitulah seharusnya jari diletakkan. Dan Bianco senang mengikuti penjelasan saya.

Setelah itu saya terangkan sedikit perihal spasi, menghapus, enter, undo, huruf besar dan kecil, lalu turun naik kursor, mendownload lalu memindahkan foto, hanya standarnya saja.

Setelah itu saya biarkan dia mengetik sendiri.

Kesalahan dimana-mana, saya biarkan. Saya tidak mengarahkan Bianco menulis secara profesional, hanya sesuai keinginannya saja.

Sepulang sekolah dia mengetik, sampai malam komputer terus menyala, karena Bianco mengetik banyak terhenti. Dapat 2 baris setelah 2 jam, dia tinggal, lalu kembali lagi, dan ditinggal lagi.

Bianco menulis apa yang dia sukai, selain itu juga Bianco menulis ulang apa yang ditontonnya.

Karya tulisan Bianco yang awalnya ditulis menggunakan tangan lalu diketiknya ulang di komputer adalah: Hewan Darat, Hewan Laut, Hewan Yang Aku Ketahui, Aku Sebuah Buku; yang merupakan gubahan imajinasi Bianco dari salah satu kisah Upin Ipin Aku Sebuah Jam, Bumblebee, yang merupakan tulisan Bianco tentang beberapa scene film Bumblebee, lalu beberapa scene dari film Spiderman into the spider verse. Semuanya ditulis seadanya menurut Bianco.

Minat Baca Tulis Anak
Anak-anak pada umumnya sangat berminat dalam baca tulis. Menggunakan pensil dan buku sesuai dengan keinginan anak merupakan hal yang harus didukung oleh keluarga.

Awalnya mungkin tampak mengganggu ketika anak ingin mencoret-coret dan menulis, namun jika terus difasilitasi, imajinasi dan kemampuan baca tulis anak akan lebih berkembang.

Hal dasar yang juga harus orangtua tanamkan adalah, setiap hasil karya anak harus kita apresiasi dan dijaga layaknya sebuah maha karya. Karena itu memang sebuah maha karya.

Bagaimanapun bentuknya, mari biasakan anak-anak kita membaca dan menulis.

Selamat Hari Buku Anak Internasional 2019.

Lenny Hamdi

Tinggalkan Komentar