Beberapa peserta yang hadir, sebagaimana juga ana pribadi, merasa bahwa kuliah yang satu ini berhasil memperluas horizon berpikir. Bahkan mungkin suatu saat paradigmatik, pada level tertentu. Betapa tidak, ada ungkapan fakta-fakta yang bisa jadi sebelumnya lewat begitu saja. Tapi kuliah kemarin berhasil melakukan “zoom out” terhadap cuplikan-cuplikan tersebut untuk melahirkan satu kesadaran baru. Kesadaran tentang bagaimana seharusnya persoalan Palestina didudukkan dalam peta harakah dan masyru’ Islami.

Ana gak perlu berpanjang-panjang. Ana kutip singkat poin-poin penting kuliah Dr. Munjid Muhammad Ridwan dari yang ana catat sendiri. Sebagiannya ana konfirmasikan dengan bacaan lama serta data-data bebas yang bisa digoogling.

a. Terdapat 11 ayat di dalam Alquran yang menyinggung al Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis, sebagaimana terdapat 15 hadits nabawi (shahih-tidaknya belum terkonfirmasi) dengan konten yang sama.

b. Baitul Maqdis satu-satunya wilayah yang di dalam Alquran disebut sebagai berkah bagi “al ‘alamin”/seluruh alam (21: 71). SubhanaLlah.

c. Sebagaimana fatwa Ibnu Taimiyyah, bahwa di periode awalnya Islam berjaya di bumi Hijaz. Sebaliknya, di periode akhir, Islam akan berjaya di bumi Syam.

d. Hikmah Allah pasti sangat besar saat menjadikan al Masjidil Aqsa sebagai titik tolak bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mi’raj ke langit. Padahal, bisa saja titik tolak itu dari al Masjidil Haram saja. Mengutip bahasa Dr. Munjid, “Baitul Maqdis adalah pintu menuju ridha Allah.”

e. Para Nabi alaihimus salam bercita-cita untuk tinggal di Baitul Maqdis. Cita-cita ini menjadi bagian dari kisah Nabi Yusuf kelak yang diungkap Rasulullah tentang perempuan tua Bani Israil (Shahih Ibni Hibban dan as Silsilatus Shahihah).

f. Rasul tidak ketinggalan. Ekspedisi pasukan terakhir yang diutus Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebelum beliau wafat adalah yang diutus ke negeri Syam.

g. Peristiwa yang tersebut dalam QS. Al A’raf: 143, yang mana Allah Subhanahu Wata’ala “menampakkan diri” kepada gunung, terjadi di Baitul Maqdis.

h. Hadits Tamim ad Daari tentang pertanyaan-pertanyaan Dajjal mendeskripsikan tentang negeri yang menjadi pokok perhatian Dajjal: Baitul Maqdis.

i. Semua Nabi yang diutus sejak usia belia adalah mereka yang tinggal di Baitul Maqdis. Rasul kita yang mulia menjadi salah satu yang tinggal di luar Baitul Maqdis dan diangkat sebagai nabi nanti di usia 40 tahun.

j. Nabi Dawud alaihis salam diangkat sebagai nabi setelah memasuki Baitul Maqdis dan diberi kerajaan setelah membebaskannya dari penjajahan.

k. Al Masjidil Haram adalah masjid yang pertama didirikan, sedangkan al Masjidil Aqsa adalah yang kedua. Uniknya, interval waktu antara keduanya cuma 40 tahun (HR. Bukhari-Muslim). Intinya, negeri Baitul Maqdis adalah kawasan berberkah sejak awal sejarah kemanusiaan.

l. Terdapat dua kali kata ‘khalifah’ disebut dalam Alquran. Pertama merujuk kepada Adam, yang kedua merujuk kepada Nabi Dawud. Yang pertama berjasa membangun al Masjidil Aqsa, yang kedua berprestasi membebaskan Baitul Maqdis.

m. “Makkah adalah ibukota Islam sebagai agama,” tegas Dr. Munjid, “sedangkan Baitul Maqdis adalah ibukota Islam sebagai sistem politik. Itu sebabnya, Nabi Muhammad menjadi imam para nabi di Baitul Maqdis.”

Akhi, jangan menunggu besok untuk memasukkan agenda Baitul Maqdis ini dalam proyek dakwahmu. Letakkan dia dalam schedulmu langsung setelah membaca tulisan ini!

Ilham Jaya R.
Wahdah Jakarta – Depok

Tinggalkan Komentar