Buleleng, Jurnalpublik.com – Acara pertemuan relawan penanggulangan bencana Indonesia atau Dharma Relawan Adhirajasa (DRA) yang diadakan di Wisma Mangun Kerti, Buleleng, Bali dari tanggal 26-28 Maret 2019 mengangkat tema ‘Mensinergikan Semangat Kebersamaan dan Kerelawanan untuk Ketangguhan Bangsa’.

Kegiatan DRA bertujuan membangun jejaring relawan penanggulangan bencana di Indonesia, peningkatan kapasitas relawan, serta pembahasan desk relawan, sertifikasi relawan, cluster relawan, dan desa tangguh bencana.

Gubernur Bali diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Bali sebagai tempat ajang temu relawan penanggulangan bencana (PB) seluruh Indonesia.

Pertemuan ini, kata Indra, dapat mengukuhkan rasa persaudaraan yang ada serta memperkokoh ketangguhan bersama dalam penanggulangan bencana.

Di depan 500 peserta relawan PB dari seluruh Indonesia, Indra meminta agar sinergitas antar komponen terus ditingkatkan. “Penanggulangan bencana bukan semata tanggung jawab dari pemerintah saja, perlu dibangun sinergitas yang kuat baik itu dengan masyarakat, para akademisi serta awak media”, tambahnya.

Ikrar Bela Alam

Dalam acara tersebut juga para relawan seluruh Indonesia mengucapkan ikrar bela alam. Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita merupakan jargon yang diangkat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada tahun ini. Merawat alam merupakan salah satu bentuk strategi dalam upaya mitigasi dalam menghadapi bencana

Perwakilan sukarelawan Jawa Barat, Kang Soma membacakan janji dengan berfokus upaya penyelamatan alam sehingga kejadian bencana dapat dihindarkan.

“Menyikapi kondisi tersebut, kami relawan penanggulangan bencana Indonesia berikrar akan bela alam dengan segenap kemampuan kami,” ujar Kang Soma pada acara ‘Dharma Relawan Adhiraja’ pada Kamis (28/3).

Deklarasi ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang sangat dekat upaya-upaya pelestarian alam.

Dalam temu sukarelawan ini, Doni menyampaikan bahwa alam sangat penting dijaga sehingga nantinya alam menjaga kita. Doni menekankan bahwa mayoritas bencana alam yang terjadi di Indonesia karena ulah manusia, oleh karenanya penting peran relawan dalam mitigasi bencana.

“Kita tidak mau bencana kembali terjadi, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,” ungkap Doni pada acara tersebut.

Doni Monardo juga meminta para relawan penanggulangan bencana (PB) agar terus menggaungkan ikrar untuk membela alam. Tidak hanya di Bali, tapi juga di daerah-daerah lain.

Relawan PB juga diharapkan tidak hanya bekerja pada tanggap darurat saja namun juga dilakukan pra dan pasca bencana seperti dengan menjaga dan memperbaiki lingkungan.

Pada acara tersebut, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo memberikan penghargaan secara khusus berupa piagam bagi sukarelawan PMI dan BAZNAS yang gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan.[]

 

 

Tinggalkan Komentar