Bantul, Jurnalpublik.com – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari Minggu (17/03/2019), menyebabkan bencana alam banjir dan longsor. BPBD DIY mencatat, dalam musibah itu sedikitnya 5.046 jiwa mengungsi di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Kejadian ini juga menelan 4 korban jiwa yang meninggal dunia akibat longsor di Kabupaten Bantul.

Informasi yang dirangkum Jurnalpublik.com, ribuan rumah di Bantul dan Kulonprogo terendam banjir. Beberapa rusak akibat tertimpa material longsoran. Warga pun memilih bertahan di lokasi titik pengungsian.

Terkait kejadian itu, BAZNAS Tanggap Bencana DIY sebagai unit kebencanaan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi DIY melakukan sejumlah respon tanggap darurat. Di antaranya adalah penyisiran dan ikut dalam tim evakuasi pencarian korban yang hilang, kerja bakti di rumah warga terdampak, membuka dapur umum, melakukan pelayanan kesehatan dan memberikan bantuan untuk warga terdampak bencana ini.

Komandan respon BTB DIY, Tohari menyampaikan kepada redaksi Jurnalpublik.com bahwa mereka sudah hampir seminggu melakukan kegiatan respon tanggap darurat ini.

“Terakhir, kegiatan akan kami ditutup pada hari Ahad. Untuk kegiatan dilakukan di beberapa tempat, khususnya di daerah Sompok, Sriharjo, Bantul. Kegiatan ini juga kami berkolaborasi dengan berbagai pihak. Untuk dukungan kegiatan berasal dari BAZNAS Kota/Kabupaten dan BRI Syariah,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana saat dihubungi redaksi Jurnalpublik.com mengatakan, kejadian longsor dan banjir ini diakibatkan karena hujan deras yang mengguyur wilayah DIY akibat adanya udara basah dari Asia menuju Jawa.

“Selain itu juga kejadian ini dipengaruhi oleh faktor siklon tropis Savannah di Samudera Hindia yang menyebabkan terbentuknya palung tekanan udara rendah. Suhu permukaan laut di Samudera Hindia juga menyumbang tersedianya uap air yang melimpah, selanjutnya membentuk awan yang menyebabkan terjadinya hujan intensitas sedang hingga tinggi”, pungkasnya.[]

Tinggalkan Komentar