Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Fahri Hamzah ini petarung, setiap episode hidupnya adalah perlawanan, karena ia benci dengan ketidakadilan. Terdepan melawan jika melihat kesewenang-wenangan, jangankan partai, rezim penguasa dia lawan.

Hingga hari ini, ia lantang bersuara, membela harkat negara. Bukan panggung popularitas yang dicari. Pernah dibilangnya ke saya, jika kebenaran itu terus disuarakan, niscaya panggung akan tercipta dengan sendirinya. Dimana Fahri Hamzah berbicara selalu menarik untuk disimak, ramai orang mengundangnya bicara apa saja. Bahkan di ILC-TV One, Fahri Hamzah adalah magnet.

Sebagai pimpinan DPR membuatnya leluasa berbicara apa saja tentang negara ini, menempatkan hidupnya penuh dengan resiko. Banyak yang terjadi, setelah dicari celah kasus tak juga ketemu, maka pemecatan melalui partai adalah jalan melemahkannya. Untungnya, skenario itu berantakan karena banyak melanggar aturan. Simplenya, nafsu melengserkannya lebih dominan. Saya sendiri menganggap ini bukti kebenaran ayat yang menyebut barangsiapa makar, maka sesungguhnya Allah lah Maha Pembuat Makar. Ini cara Allah menjaga kebaikan bagi negeri ini, melalui Fahri Hamzah. Tak terbayang carut marutnya Indonesia jika tak ada suara lantang Fahri Hamzah.

Kita saksikan perlawanan terhadap pemecatan itu. Ia memilih persidangan negara karena ketidakadilan dipersidangan partainya, berujung kasasi, inkracht, berkekuatan hukum tetap, Fahri Hamzah menang. PKS dan pimpinannya ingkar, tak mau mematuhi putusan negara, berbagai alasan dibuat, sampai ada rekaman suara di sebuah pertemuan yang menyebut pengadilan negara penuh transaksional dan mahkamah partai paling adil.

Bukan Fahri Hamzah namanya jika tak bisa memisahkan persoalan. Seusai live untuk siaran TV One kemarin sore, ia ceritakan peristiwa di debat capres kedua, dimana ia datangi petinggi-petinggi PKS yang hadir, disapa dan dipeluknya satu-satu. Ia bukan yang memutus silaturahmi, meski dihujat dalam pertemuan-pertemuan tertutup partainya, bahkan dibuat bayanat khusus terkait pelarangan untuk berinteraksi dengannya. Fahri Hamzah memenangkan semua pertarungan: melawan ketidakadilan dan menjaga ukhuwah sesama insan.

Roman Revolusi Fahri Hamzah 
Vol 1
Ditulis oleh Agus Purwanto
(Aktivis Garbi)

Editor: Zahra

Tinggalkan Komentar