Jurnalpublik.com – Aksi penembakan yang terjadi di masjid Al Noor di Linewood, Christchurch, Selandia Baru pada pukul 13.40 waktu adalah tindakan brutal dan sangat tidak beradab. Aksi yang dilakukan oleh Breton Tarrant tersebut telah masuk pada pelanggaran HAM berat. Bahkan secara nyata dan sadar pelaku menyiarkan secara langsung melalui media sosialnya sendiri.

Seluruh Muslim Indonesia juga Keluarga Besar Pemuda PUI ikut berbela sungkawa atas apa yang terjadi di Masjid Al-Noor Selandia Baru. “Kami mendorong Pemerintah Selandia Baru agar menghukum para pelaku seberat-beratnya. Kami melihat terjadinya penembakan yang menyebabkan hilangnya puluhan nyawa manusia yang tidak bersalah ini adalah efek dari propaganda Islamophobia yang dibiarkan berlarut-larut,” ujar Ketua Umum Pemuda PUI, Raizal Arifin.

Dirinya juga mengatakan pelaku secara congkak merendahkan kehormatan HAM dunia termasuk di dalamnya perlindungan Hak untuk hidup, kebebasan memeluk agama dan jaminan rasa aman.

Berdasarkan hal tersebut, Pengurus Pusat Pemuda PUI menyatakan sikap mendorong Pemerintah Selandia Baru untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku yang menyebabkan sakit hati umat islam dunia.

“Kami meminta kepada pemerintah Selandia Baru untuk mengusut sampai tuntas kasus penembakan tersebut. Apabila mereka adalah jaringan dari sebuah organisasi teroris internasional segera bongkar karena akan merugikan banyak pihak,” ujar Raizal.

Pemuda PUI juga meminta kepada pemerintah dan masyarakat indonesia agar mewaspadai faham-faham islamophobia yang mulai masuk dan merusak tatanan berbangsa indonesia.

“Kami mengajak seluruh umat Islam dunia khususnya para aktivis Pemuda PUI beserta seluruh Badan Semi Otonom (Himpunan Mahasiswa PUI, Himpunan Pelajar PUI, Brigade Intisab PUI, LBH Pemuda PUI, Pemudi PUI) untuk membacakan doa qunut nazilah serta memohon doa keselamatan bagi para korban,” pungkas Raizal. 

Tinggalkan Komentar