Jurnalpublik.com – Membuat partai baru di iklim demokrasi Indonesia saat ini termasuk sulit, meski tetap bisa menjadi nyata. Butuh gagasan “gila” dengan kemampuan menggerakan orang agar partai tersebut menjadi kenyataan, tak hanya nyata, tapi juga lolos menjadi peserta pemilu. Ada yang bilang, menggerakan orang untuk terlibat serius untuk membuat partai baru harus dengan logistik yang besar, disuapi, semacam partai – partai baru yang terkenal di media – media arus utama tersebut, tapi nyatanya teori tersebut tidak berlaku untuk Partai Garuda.

Suami, sekaligus kawan yang hari ini menjadi Ketua Partai Garuda bilang, setiap pengurus daerah, harus mampu mewujudkan sekretariatnya masing – masing, dan itu merupakan tanda keseriusan berjuang. Saya nyengir, berat. Tapi toh nyata, ada warga negara yang dengan sukarela membangun partai dari bawah, dari nol. Dari kantong sendiri bahkan. Mungkin ada juga partai yang awal sejarahnya seperti itu, sebut PKS, partai ideologis yang hari ini guncang karena ketidak sinkronan kepemimpinan partai dengan zaman hari ini, tapi itu PKS, yang kadernya sudah digembleng sejak sekolah dasar. “Lah” Partai Garuda?

Nyatanya kesadaran untuk berpartai dan melakukan perubahan yang baik untuk negeri bukan hanya milik orang – orang yang di kader dari sekolah dasar tersebut. Yang kaderisasinya homogen dari basis basis intelektual. Tidak juga ternyata.

Tapi kesadaran tersebut, juga milik para ibu – ibu pedagang pasar, pelaku usaha kecil di sepanjang jalan pantura, tukang service AC, sampai selebgram kaya raya yang sekali posting di IG langsung dapat jutaan like, juga termasuk kaum milenial baru yang hari ini duduk di bangku perkuliahan.

Maka, ibarat ruhul jadid, semangat baru, warga negara dari berbagai kalangan ikut serta membidani lahirnya Partai Garuda yang lolos verifikasi KPU dengan cara yang dramastis tersebut. Sebuah harapan baru telah mengisi bahan bakar kendaraan untuk sebuah gerakan perubahan di Indonesia.

Ide gagasan Partai Garuda yang dimanifestasikan oleh para calegnya merupakan cita – cita perjuangan yang sama dengan apa yang dicitakan oleh para Founding Father Bangsa Indonesia. Selama belum terwujud, tentu akan terus diperjuangkan.

Ada kawan yang bilang, semua partai sama saja, yang penting sekarang lihat siapa yang menjadi calon wakil rakyatnya. Untuk Partai Garuda, bisa dikatakan, calon wakil rakyat yang bertarung di partai tersebut tentu bukanlah orang – orang “barusan” lahir. Mereka adalah rakyat yang seperti dikatakan diatas, adalah warga negara yang telah memiliki kesadaran untuk melakukan perubahan negeri. Kebanyakan adalah aktivis jalanan yang selalu hadir memperjuangkan kepentingan rakyat yang menjadi sesamanya, entah itu aktivis pedagang pasar, aktivis mahasiswa maupun para ibu – ibu pejuang kepentingan kaumnya. Sungguh tidak dapat diragukan lagi.

Sehingga, Partai Garuda adalah sebuah pilihan logis untuk demokrasi Indonesia. Di saat partai – partai tua yang lama sudah banyak penyakit, maka Partai Garudalah yang terbukti muda serta sehat dan siap membawa kebaikan untuk negeri.

Zahra

 

Tinggalkan Komentar