Politisi Sumbar, H. Refrizal

Jurnalpublik.com – Politisi senior asal Daerah Pemilihan Sumatera Barat 2, H. Refrizal kembali melakukan kritik terhadap pemerintahan Jokowi saat sidang paripurna DPR RI Ke-13 Masa Persidangan IV 2018-2019 (04/3) di Gedung DPR RI.

Dalam interupsinya, Refrizal menyatakan bahwa salah satu alasan berlarut-larutnya pembebasan lahan dalam proyek pembangunan Tol Padang-Pekanbaru adalah karena yang terjadi bukan ganti untung tapi ganti rugi.

“Mengapa saya katakan ganti rugi? Karena ternyata harga tanah pembebasan lahan yang dinilai appraisal dibawah harga pasar padahal janjinya setiap pembebasan lahan akan menguntungkan semua pihak, kalau penetapan harga dibawah NJOP tentu pemilik lahan mengalami kerugian” jelas Anggota DPR RI Komisi XI ini.

Selain itu masyarakat mengeluhkan manfaat ekonomi dari dibangunnya jalan tol ini, terutama untuk pelaku usaha kecil dijalur-jalur lama sepanjang Padang-Pekanbaru.

“Jangan sampai pembangunan infrastruktur malah mematikan ekonomi rakyat, mematikan warung-warung kecil, tujuan kita membangun ini semua tentu untuk kesejahteraan masyarakat” papar politisi PKS ini.

Politisi asal Kampung Dalam Pariaman ini juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait tarif tenaga listrik yang dinilai semakin mahal.

“Kami mendapat aduan dari masyarakat tentang semakin mahalnya biaya tenaga listrik, dari yang biasanya membayar 120 ribu perbulan sekarang menjadi sekitar 300 ribu per bulan. Padahal pemerintah tidak menaikkan tarif listrik sejak 2017. Kami jadi bertanya, mengapa keluhan tentang naiknya biaya listrik ini acapkali muncul dalam kunjungan di daerah?” tanya politisi yang sudah 3 periode menjadi Anggota DPR ini.

“Melalui meja pimpinan kami sampaikan aspirasi dari masyarakat Sumatera Barat ini agar dapat didengar oleh pemerintah” tutup Refrizal.

Tinggalkan Komentar