Jakarta, Jurnalpublik.com – Dalam cuitannya pada tanggal 13 Februari 2019, Achmad Zaky CEO Bukalapak mengatakan, “Omong kosong Industri 4.0 kalau budget Research and Development negara kita hanya 2 miliar dollar.”

Dengan menyebutkan perbandingan Negara lain, seperti Cina (US$ 451 Miliar), Jepang 165 (US$ 165 Miliar), Jerman (US$ 118 Miliar), Korea (US$ 91 Miliar), Taiwan (US$ 33 Miliar), Australia (US$ 23 Miliar), Malaysia (US$ 10 Miliar), Singapura (US$ 10 Miliar), dan Indonesia di urutan 43 dengan budget (US$ 2 Miliar) pada tahun 2016.

Dalam cuitan selanjutnya Achmad Zaky mengatakan, “Bangun-bangun viral tweet saya gara-gara ‘presiden baru’ maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan dipelintir ya 🙂 lets fight for innovation budget.”

“Tujuan dari tweet saya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, kita perlu investasi di riset dan SDM kelas tinggi. Jangan sampai kalah sama negara-negara lain”, tambah Zaky.

“Kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia selama ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju”, ungkapnya lagi.

Achmad Zaky juga mengapresiasi masyarakat twitter yang concern soal isu R&D ini.

“Tanda kalau kita ga kalah pinter. R&D adalah single pembeda negara maju dan miskin. Kalau tidam kuat di R&D, kita akan perang harga terus. Negara maju masuk di perang inovasi. Negara miskin masuk di perang harga,” akhir cuitan Zaky.[]

Tinggalkan Komentar