Ilustrasi pengolahan sampah

Jurnalpublik.com – Forum Masyarakat Pencinta Lingkungan akan menggelar aksi copot Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Jum’at (08/02/2019) mendatang. Forum ini akan menuntut proses hukum terhadap proyek terindikasi mangkrak pengolahan sampah menjadi BBM sintesis di Kota Tangerang karena lelang sudah selesai sejak tahun 2015, desakan mencopot pimpinan Ebteka juga tuntutan mencopot Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Aksi ini rencananya akan digelar di Kantor EBTEKA, KPK RI & Mabes Polri pukul 1 siang.

Kementrian ESDM telah melaksanakan lelang tentang pemanfaatan sampah Kota Tangerang untuk BBM Sintesis yang bertempat di TPA Rawa Kucing Kecamatan Neglasari. Lelang tersebut telah dilaksanakan dan sudah selesai sampai pada tahun 2015 yang lalu dengen menggunakan dana APBN sebesar Rp. 15.000.000.000,00. Pemenang lelang pengelolaan sampah menjadi BBM sintesis tersebut adalah PT. Dor Ma Ull.

“Dari sejak dilaksanakannya lelang dan hingga saat ini kami telah melaksanakan pemantauan lapangan, dari hasil temuan kami belum adanya aktivitas maupun infrastruktur yang akan digunakan dalam proses pengelolaan sampah menjadi BBM sintesis yang dilakukan oleh pihak pemenang lelang tersebut yaitu PT. Dor Ma Ull,” ujar Yuda Laksana, koordinator aksi.

Yuda melanjutkan bahkan tidak ada pelang perusahaan tersebut yang menjelaskan bahwa ada proses pengelolaan sampah menjadi BBM Sintesis. “Kami menilai bahwa proyek ini terindikasi mangkrak dan tidak ada lagi tindak lanjutnya,” tegasnya.

Selanjutnya dalam proses lelang tersebut tidak adanya keterbukaan sehingga tidak banyak orang yang mengetahui bahwa di TPA Rawa Kucing akan dilaksanakan pengelolaan sampah menjadi BBM sintesis, hal ini berkaitan dengan proses pengelolaan sampah yang efektif sehingga tidak akan memiliki dampak lingkungan yang merugikan bagi masyarakat. Dalam proses pengelolaan itu pasti akan menggunakan bahan kimia yang akan menyebabkan pencemaran.

“Kemudian yang kami kritisi adalah tidak adanya sosialisasi yang dilakukan pihak pemerintah maupun pihak pemenang lelang kepada masyarakat, sehingga tidak adanya kontrol sosial untuk terus memantau sejauh mana pelaksanaan itu telah dilakukan,” tutur Yuda.

“Hal ini membuktikan bahwa Menteri ESDM dan Pimpinan Ebteka tidak becus kerja, oleh karena itu kami meminta kepada BPK dan Presiden Jokowi untuk mencopot Pimpinan Ebteka dan Mentri ESDM Ignasius Jonan yang tidak mampu melaksanakan tugasnya yaitu tidak berjalannya (mangkrak) proyek pengelolaan sampah menjadi BBM Sintesis,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.