Multaqo' Para Ikhwan, Khodimu Sajadah Thoriqoh Qodiriyah , Dibawah Mursyid Aam Maulana Syarif Dr Muhammad Fadhil Al Jilani ha Kamis 10/ Januari 2019/ 4 Jumadi Ula 1440 H @Zawiyah Arraudah

Arba’una Nashihatan Lil Muta’allim
40 nasehat untuk seorang murid

Oleh : Zahraisme

Catatan Talaqi Kitab Ta’lim Muta’alim Karangan Syekh Az Zarnuji Oleh Al Ustadz Abdullah Al Yusri di Zawiyah Arraudhah BAB Memilih ilmu dan guru.

1. Barangsiapa yg meniti jalan mencari ilmu, maka Allah akan mempermudah dirinya mencapai surga.

2. Mencari ilmu tidak hanya melalui jenjang pendidikan formal. tapi menuntut ilmu dilakukan setelah manusia lahir sampai ajalnya.

3. Maka sudah menjadi sepantasnya bagi para pencari ilmu untuk mencari ilmu yang paling baik.

4. Ilmu yg paling baik adalah ilmu yg menyampaikan kita kepada Allah SWT.

5. Dan tujuan mencari ilmu agar kita takut kepada Allah SWT.

6. Selanjutnya, kita juga memilih ilmu yang sekarang kita perlukan dalam masalah agama.

7. Misalnya, seseorang tidak memahami cara shalat fardhu, maka ilmu yang sangat penting bagi dia adalah ilmu tentang shalat tersebut.

8. Atau bagaimana seseorang ingin melakukan sewa menyewa , maka ilmu yang paling utama baginya adalah hukum islam dalam hal sewa menyewa.

9. Setelah itu adalah menuntut ilmu yang diperlukan untuk jangka waktu kedepan.

10. Misalnya mempelajari ilmu tentang mawaris. meskipun itu fardhu kifayah.

11. Pahala Fardhu kifayah lebih besar pahalanya dari pada fardhu ain. Sebab, jika fardhu kifayah dilakukan pahalanya untuk semua yang diwakilkannya, tapi jika tidak dilakukan maka dosanya juga untuk semua. ini menurut sebagian ulama.

12. Yang didahulukan bagi seorang santri, atau orang – orang yang belum mempelajari ilmu agama, yaitu ilmu tauhid.

13. Ilmu tauhid meliputi masalah ilahiyat, nubuwat, sam’iyaat. ini sangat penting untuk didahulukan.

14. Disebutkan, ada dua kenikmatan yg orang sering lalai. yaitu kesehatan dan waktu luang/kesempatan. Maka selagi kita sehat maupun memiliki kesempatan janganlah disia siakan. contohnya menggunakan kesempatan itu untuk menuntut ilmu.

15. Kemudian apa saja ilmu yg harus diprioritaskan? yaitu menuntut ilmu untuk mengenal Allah SWT dengan dalilnya.

16. Dalil dibagi dua, dalil naqliy dan dalil aqliy. Naqliy adalah dalil yg berdasarkan nash quran dan sunnah terkesimpul dalam lafaz Laa Ilahailallah sedang dalil aqliy adalah hasil ijtihad rasional akal manusia.

17. Dalil naqliy dan dalil aqliy merupakan komponen penting dalam membentuk keimanan seseorang.

18. Jika iman seseorang terkumpul berdasarkan dalil naqliy dan aqliy. maka iman seseorang tersebut akan menjadi kuat.

19. Sedangkan keimanan yang berdasarkan taqlid. akan mudah goyah.

20. Meskipun begitu, iman yang taqlid termasuk orang yg selamat. akan tetapi, meskipun keimanannya adalah iman yang benar, bisa jadi dirinya akan berdosa jika dia tidak mempelajari dalil aqliy dan naqli, sedangkan ia adalah ahli nadhar (punya akal dan bisa dipakai untuk berpikir).

21. Maka itu, Allah memberikan nikmat alat berfikir kepada manusia. agar keimanan manusia bisa naik kelas. tidak lagi sebatas taqlid.

22. Selanjutnya, bagaimana cara memilih seorang guru? ada 3 kriteria dalam memilih guru, yaitu kriteria ‘alamu (lebih memahami) , awr’a (berwibawa dan menjaga sesuatu yg halal), asannu (yang lebih banyak umurnya) . Bukan sekedar tenar atau mahsyur serta harus diketahui sanad keilmuannya.

23. Guru mana yang akan kita khidmahi?

24. Beliaulah yang wira’i, penuh kasih sayang dan penyabar

25. Kenapa yang penuh kasih sayang? Sebab Rasulullah bersabda berilah kasih sayang kepada orang orang di bumi, maka ahli langit akan memberikan kasih sayang padamu

26. Selanjutnya Rasul berkata bukan dari golonganku, orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan lebih senior dari orang tersebut.

27. Dan bukan dari golonganku orang yang tidak menyayangi seseorang yang lebih muda, lebih junior darinya

28. Selanjutnya, hendaklah seorang santri atau pembelajar melakukan musyawarah dalam setiap perkara .

29. Karena Rasulullah mencontohkan tradisi musyawarah untuk diikuti umatnya.

30. Apakah baginda nabi adalah orang yang tidak tahu sehingga ia terus bermusyawarah?

31. Padahal Baginda Rasulullah saw adalah seseorang senantiasa naik derajat keilmuannya.

32. Tidak ada orang yang lebih pintar dari rasul. Ma afthona minhu (tidak ada orang yang lebih cerdas dari beliau) meskipun demikian , Rasulullah diperintahkan untuk bermusyawarah, dan Rasul melakukannya.

33. Untuk apa? sekali lagi untuk menjadi sunnahnya. Sebagai teladan umat.

34. Sebagai contoh lain, keringat Rasul itu sudahlah wangi. kenapa juga Rasulullah masih tetap memakai minyak wangi?

35. Sebab Rasulullah ingin mencontohkan kepada umatnya untuk menyunahkan minyak wangi.

36. Maka seorang santri hendaklah mentradisikan musyawarah dengan gurunya terlebih dahulu.

37. Baginda Nabi SAW selalu berdoa ” Robbi zidni ilma”, yang berarti wahai Allah tambahlah ilmuku, dan doa baginda nabi mustajab.

38. Baginda Nabi mengajarkan kita doa tersebut agar ilmu kita bertambah.

39. Seorang guru harus pernah ditarbiyah oleh gurunya, sehingga bisa mentarbiyah orang lain. laa yurabbi man laa yurabba yang artinya orang yang tidak pernah ditarbiyah, maka ia tidak bisa mentarbiyah orang lain.

40. Faqidu asyai laa yu’thihi ( orang yang tidak punya seseuatu, maka ia tidak bisa memberikannya kepada orang lain)

Tinggalkan Komentar