Jimmy Julian, Ketua KAMMI DKI Jakarta

Jakarta, Jurnalpublik.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi kantor Bawaslu. Anies mendatangi Bawaslu terkait kasus pelanggaran kampanye. Anies dilaporkan terkait gestur jari jempol dan telunjuk yang ditunjukkannya pada saat menghadiri konfernas Partai Gerinda di Sentul. Gestur ini dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap paslon capres nomor 02. Padahal selama ini gestur tersebut ditunjukkan Anies sebagai simbol Jakarta dan the jakmania.

Menurut Ketua KAMMI DKI Jakarta Jimmy Julian, kasus Anies ini hampir sama dengan kejadian ketika Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukkan gestur jari telunjuk pada saat konferensi IMF-World Bank di Bali. Tetapi hal ini tidak menjadi kasus pelanggaran kampanye karena tafsiran dari gesture tersebut bukan merupakan bentuk dukungan terhadap paslon capres nomor 01.

“Bawaslu harus berlaku adil, jangan terlihat seolah-olah berpihak kepada salah satu pasangan calon. Sewaktu di Bali kan (Luhut) tidak dianggap kampanye dan mendukung “, ujar Jimmy.

Oleh karena itu KAMMI DKI Jakarta memberikan dukungan moril kepada Gubernur DKI Jakarta Anie Baswedan. Dan meminta kepada Bawaslu untuk tidak mengkriminalisasi Anies Baswedan terkait gesture jari jempol dan telunjuknya.

“Kami harap masalah ini tidak diperpanjang. Karena jika tidak, masyarakat Jakarta akan siap ramai-ramai membela Gubernur Anies,” pungkas Jimmy.

Tinggalkan Komentar