Sir Isaac Newton (Ilustrasi Google)

 

Sebuah pepatah klasik mengatakan “mati satu tumbuh seribu”. Begitulah Tuhan mengembangbiakan makhluk-makhluk Nya di muka bumi ini. Ketika seorang penemu terbesar di dunia dari Italia yang bernama Galileo Galilei wafat ditahun 1642, pada tahun yang sama pula tepatnya tanggal 25 Desember 1642 (menurut Hart, 1978) seorang bayi prematur dari Inggris bernama Isaac Newton dilahirkan ke dunia.

Fakta Menyedihkan

Dibalik popularitasnya menjadi seorang penemu yang terkenal di dunia, namun ada beberapa fakta yang tidak diketahui oleh banyak orang dan cukup menyedihkan mengenai sejarah kehidupan seorang Newton. Pertama, bahwa Newton tidak pernah melihat wajah ayah kandungnya. Newton terlahir sebagai anak yatim karena ayahnya bernama Isaac Newton Senior, wafat tiga bulan sebelum kelahirannya.

Fakta menyedihkan yang kedua, yaitu pada saat Newton berusia tiga tahun ibunya bernama Hannah Ayscough, menikah lagi dengan Barnabas Smith seorang kepala sekolah di South Witham. Pernikahan tersebut membuat Newton berpisah dengan Ibunya disaat dirinya masih membutuhkan kasih sayang dari seorang Ibu. Oleh karena itu, Newton diasuh dan tinggal bersama kakek dan neneknya. Baru ketika Newton berusia 10 tahun (setelah Ayah tirinya wafat), Ibunya kembali untuk tinggal bersama Newton di Woolsthorpe.

Pada usia 12 tahun Newton melanjutkan pendidikan pertamanya di Grantham dan tinggal bersama pamannya. Kepribadian Newton di sekolah agak berbeda dengan kebanyakan anak seusianya. Newton adalah seorang anak yang pendiam, bahkan cenderung pemurung, keras kepala dan lebih suka menyendiri. Newton tidak memiliki banyak teman karena kepribadiannya tersebut. Suatu ketika Newton memiliki seorang kekasih bernama Anne Storer, karena kesibukannya yang terlalu fokus untuk melakukan eksperimen pada pelajarannya akhirnya Newton ditinggal menikah oleh kekasihnya tersebut. Ini merupakan fakta menyedihkan ketiga karena kehidupan cintanya tidak seberuntung seperti penemuan-penemuannya, bahkan sampai diakhir hayatnya Newton tidak pernah menikah.

Fakta Membanggakan

Newton adalah seorang anak jenius yang berasal dari keluarga petani di Woolsthrope, Inggris. Suatu ketika Newton pernah diberhentikan dari sekolah atas permintaan Ibunya, berharap Newton bisa menjadi seorang petani. Walaupun keluarga besarnya adalah petani yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas, Newton tidak mau mengikuti jejak keluarganya tersebut, dia berkemauan keras untuk sekolah hingga masuk ke perguruan tinggi ternama di Inggris yaitu Universitas Cambridge.

Dibalik fakta kesedihan yang dialami Newton selama hidupnya, ada beberapa fakta yang cukup membanggakan karena dapat merubah dunia hingga saat ini. Pertama, ketekunan dan kerja keras Newton membuahkan hasil, diusianya yang cukup muda (rentan usia 20-27 tahun) Newton sudah berhasil meletakan dasar-dasar ilmu pengetahuan dibidang mekanika (hukum gerak) dan matematika (kalkulus integral). Selain itu Newton juga berhasil melakukan penelitian di bidang fisika (optik) yang membicarakan tentang cahaya.

Fakta membanggakan yang kedua yaitu kejeniusan Newton dalam penemuan tersebut terdengar sampai kepada Pemerintah Kerajaan Inggris, sehingga Pemerintah Kerajaan Inggris menginvestasikan dananya secara besar-besaran untuk membiayai penelitian yang dilakukan oleh Newton. Hasilnya tidak mengecewakan, karena beberapa tahun kemudian Newton berhasil melakukan penemuan besar-besaran dibidang optik.

Newton menemukan sebuah fakta bahwa cahaya putih (white light) merupakan campuran dari semua cahaya (light mixture) yang terkandung dalam warna yang ada pada pelangi (rainbow). Teori Newton mengenai cahaya tersebut membantu para ilmuwan dunia hingga saat ini dalam merancang kacamata, kamera, teleskop, mikroskop, televisi dan sinar laser untuk bekerja dengan lebih sempurna.

Fakta membanggakan ketiga adalah berkat prestasi gemilang dari penemuan di bidang fisika (optik) yang fenomenal tersebut, di usia yang masih cukup muda Newton mendapat rewards dari Kerajaan Inggris. Pada saat itu Kerajaan Inggris yang dipimpin oleh Raja Charles II memberikan sebuah gelar kehormatan dengan menambahkan kata “Sir” didepan namanya. Perlu diketahui bahwa Newton adalah Ilmuwan pertama yang mendapat gelar kehormatan tersebut dari kerajaan Inggris, oleh karena itu sampai hari ini kita mengenal namanya sebagai Sir Isaac Newton.

Fisika Modern Mengubah Dunia

Ada sebuah kisah menarik yang cukup terkenal ketika diawal kita belajar tentang ilmu fisika di sekolah. Dalam kisah itu diceritakan bahwa ada seorang anak yang sedang duduk beristirahat di bawah pohon apel. Selang beberapa menit kemudian tanpa ada angin yang bertiup, tiba-tiba saja buah apel yang ada di pohon tersebut terlepas dari tangkainya.

Kisah jatuhnya buah apel inilah kemudian telah menjadi awal dari sebuah inspirasi besar bagi seorang ilmuwan yang bernama Newton. Terlepas kisah tersebut adalah sebuah mitos atau fakta, namun dengan kejadian sederhana itu Newton telah berhasil merumuskan teori gerak dan gravitasi yang menyebabkan suatu benda akan tertarik ke bawah.

Jika melihat jasa-jasa yang telah dilakukan oleh Newton selama ini, maka Newton memang merupakan seorang ilmuwan fisika modern pertama. Berikut adalah beberapa hasil karya Newton yang terkenal antara lain Method of Fluxion (1671), De Motu Corporum (1684), Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687), Opticks (1704), Report as Master of the Mint (1701-1725), Arithmetica Universalis (1707), dan An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture (1754).

Sesungguhnya masih banyak lagi hasil karya Newton yang tidak dipublikasikan olehnya, sehingga banyak orang yang tidak mengetahuinya antara lain mengenai thermodinamika (penyelidikan tentang panas) dan akustik (ilmu tentang suara). Seorang ilmuwan besar seperti Newton sangat berhati-hati dalam menerbitkan karya tulisnya, alasan yaitu karena merasa belum siap untuk menerbitkan karyanya tersebut. Berdasarkan track record penemuannya selama ini, Newton diangkat menjadi anggota Fellow of Trinity College, sebuah kelompok ilmuwan terkemuka di Universitas Cambridge.

Selain itu juga, ada beberapa tokoh sekaligus peneliti dunia yang memperkuat fakta bahwa Newton merupakan ilmuwan fisika modern pertama. Pada tahun 1978, Michael H. Hart seorang Guru Besar Astronomi dan Fisika di perguruan tinggi Maryland, Amerika Serikat menulis sebuah buku yang berjudul “The 100 a Ranking of The Most Influental Persons in History” menempatkan Newton di urutan kedua sebagai tokoh yang paling berpengaruh didunia. Alasan utama Hart adalah bukan semata-mata karena Newton sebagai seorang yang cerdas, namun lebih kepada jasa-jasa Newton dalam meletakkan dasar-dasar teori dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang bertahan hingga saat ini.

Selanjutnya seorang Astrofisikawan dan Komunikator Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat yaitu Neil deGrasse Tyson di dalam bukunya yang berjudul “Astrophysics for People in a Hurry” pada tahun 2017 menyatakan bahwa Newton adalah seorang ilmuan yang menemukan hampir semua dasar-dasar yang kita miliki saat ini dalam fisika. Jika Newton tidak terlahir ke dunia ini, maka pada akhirnya manusia tidak akan memiliki fisika yang ada hingga saat ini.

Tyson beralasan bahwa penemuan fenomenal yang dilakukan oleh Newton dalam bidang fisika walau sudah hampir 4 abad namun hukum Newton masih berfungsi dan sangat relevan. Sehingga Tyson menganggap bahwa Newton adalah “The Real Physicist”.

Pada akhirnya tidak dapat dipungkiri memang bahwa apa yang telah dilakukan oleh Newton dimasa lampau (376 tahun yang lalu), merupakan dasar-dasar pijakan ilmu pengetahuan yang saat ini telah berkembang. Atau dengan kata lain, lahirnya Newton ke Dunia ini membuat kehidupan manusia semakin mudah.

Belajar dari kisah Newton, berawal dari kesedihan yang dilaluinya dimasa lampau kemudian dapat diubah olehnya menjadi kebanggaan dimasa depan. Tanpa mengejar popularitas, Newton dapat mengubah dunia dengan hasil-hasil temuan sederhananya yang dapat menjawab berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat modern hari ini.

Ahmad Fadhli
(Mahasiswa/Pengagum Newton)

Tinggalkan Komentar