Jakarta, Jurnalpublik.com – Kabar mengejutkan datang dari industri pertambangan. Kemarin, Jumat (28/12), Muhammad Said Didu tidak lagi menjabat Komisaris PT Bukit Asam (PTB).

Muhammad Said Didu baru saja diberhentikan dari jabatan tersebut. Namun alasan pemberhentiannya itu tidak atau belum diberitahukan kepadanya.

Menurut informasi yang diperoleh oleh redaksi jurnalpublik.com, Muhammad Said Didu diberhentikan sekitar lima menit sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. Bukit Asam Tbk.

“Betul, saya lbh baik kehilangan 100 jabatan daripada kehilangan 1 nilai integritas dan kemerdekaan bersuara,” ungkapnya di twitter.

Tapi bagi saya ini biasa saja, Saya sudah 14 kali diberhentikan atau mundur atau berhenti dalam jabatan. Kemerdekaan dan integritas jauh lebih berharga dari sekadar jabatan,” katanya menjawab pertanyaan wartawan di sebuah grup Whatsapp.

Yang penting jangan dipecat sebagai fans City,” sambungnya dengan nada bercanda merujuk pada klub asal Inggris, Manchester City, yang merupakan klub bola Inggris favoritnya.

Said Didu adalah Sekretaris Menteri ESDM tahun 2014-2016, juga pernah tercatat sebagai Perekayasa di BPPT, Sekretaris Kementerian BUMN (2005-2010). Dia juga merupakan Katua UmumPII (2009-2012), Ketua Umum Alumni IPB (2008-2013), Ketua ICMI (2003-2005), serta pernah tercatat sebagai anggota DPR/MPR (1997-1999).

Diduga, pemberhentian Muhammad Said Didu dari perusahaan plat merah ini karena sikap kritisnya pada Pemerintah, termasuk divestasi PT Freeport Indonesia.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.