Jakarta, Jurnalpublik.com – Badan Meteorologi Klimiatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan adanya potensi bahaya susulan di pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda, lokasi Gunung Anak Krakatau berada.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut potensi bahaya itu dikarenakan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih bergejolak dan berpotensi menghasilkan longsoran baru yang memicu tsunami.

“Kami meminta agar masyarakat tidak panik, tetap waspada dan mohon hindari zona pesisir pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer. Artinya jangan berada pada radius 500 meter hingga 1 kilometer,” ucap Dwikorita dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (25/12) seperti dilansir Kumparan.com.

Dwi menuturkan, pantauan BMKG melihat adanya kecenderungan cuaca ekstrim dan gelombang tinggi di sekitar Gunung Anak Krakatau, yang hingga saat ini masih berstatus waspada.

“Kondisi tersebut dapat sewaktu-waktu berpotensi mengakibatkan longsor kembali tebing kawah Gunung Anak Krakatau ke laut, dikhawatirkan dapat berpotensi memicu tsunami,” tuturnya.

BMKG beharap masyarakat mendapatkan informasi seputar aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya dari BMKG. “Kami tahu dalam kondisi seperti ini banyak isu yang menyesatkan. Jadi kalau mendengar info-info, segera cek situs (BMKG) tadi, pungkasnya.

Hingga saat ini, akibat tsunami di Selat Sunda, tercatat 429 orang meninggal dunia baik di Lampung maupun Banten. Sebanyak 1.485 luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 mengungsi. Angka ini kemungkinan bertambah menyusul proses pencarian yang terus dilakukan.[]

Tinggalkan Komentar