Nurul Izzah

Jurnalpublik.com – Tersiar kabar di media bahwa putri dari Presiden Partai Keadilan Rakyat di Malaysia Anwar Ibrahim yaitu Nurul Izzah melepaskan seluruh posisi jabatan baik di partai maupun di pemerintahan. Hal ini dibenarkan oleh Anwar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jum’at, (21/12/2018)

“Banyak yang beranggapan bahwa tindakannya terburu-buru dan cemburu, tetapi saya anggap itu konsisten dengan karakternya yang berani mengungkapkan pendapat dan prinsip-prinsipnya,” ungkap Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim juga mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan Nurul Izzah terkait dengan berita pengunduran dirinya tersebut. Meski tidak mengatakan hal rinci apa saja yang dibicarakan, namun Anwar Ibrahim memastikan Nurul Izzah mengambil keputusan tersebut bersebab tidak lagi ingin berada pada situasi politik yang membuatnya kecewa.

Adapun menurut Anwar Ibrahim, kekecewaan Nurul Izzah berasal dari perilaku kelompok yang lebih sibuk dengan politik partisan daripada bekerja untuk kepentingan rakyat. Dalam penuturan Nurul Izzah, yang paling ia sesali adalah aksi – aksi politisi yang sibuk menyelamatkan karir politik, namun aksi tersebut ternyata dimanfaatkan oleh segolongan orang yang memiliki niat jahat.

“Meskipun ditunjuk sebagai wakil presiden dengan dukungan yang cukup besar dan juga didukung mayoritas kepala cabang negara untuk jabatan Ketua Dewan Eksekutif Negara Bagian Penang (MPN), ia memilih untuk mengundurkan diri. Secara tidak langsung Nurul Izzah mengkritik kepemimpinan partai karena lebih banyak kepentingan pribadi daripada serikat partai,” kata Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim juga mengatakan Sejak 20 tahun lalu, semangat reformasi Nurul Izzah tidak pernah pudar. Dia dan para reformis lainnya mampu mempertahankan prinsip tersebut meskipun ditantang oleh berbagai tantangan. “Peristiwa 9 Mei memang merupakan pergeseran besar ke negara yang memiliki banyak makna, tetapi keberhasilan kita dalam perluasan dan demokratisasi ruang demokrasi tidak akan ada artinya jika agenda reformasi disabotase,” tegas Anwar Ibrahim.

Menurutnya, keputusan Nurul Izzah untuk mengundurkan diri adalah kerugian besar, tidak hanya untuk Partai Keadilan Rakyat, tetapi untuk seluruh negara. Namun Anwar Ibrahim meminta anggota partai dan semua warga Malaysia untuk menghormati keputusannya dan memberinya ruang yang cukup untuk mengatur kembali langkah selanjutnya.

“Saya yakin dia akan terus berkomitmen kepada rakyat dan bekerja untuk mereka dengan penuh tanggung jawab dan kepercayaan,” pungkas Anwar Ibrahim menutup pernyataan.

Tinggalkan Komentar