Putri kapal tenggelam KM Multi Prima I Umay Shaleh bersama Kiai Ma'ruf

Jurnalpublik.com – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mendoakan agar pertolongan dari Allah SWT diberikan kepada 6 orang WNI yang masih berstatus hilang dalam insiden tenggelamnya KM Multi Prima I di perairan Selat Bali, beberapa waktu lalu.

Doa disampaikan Kiai Ma’ruf setelah Umay Hadyah Saleh, salah seorang putri anak buah kapal (ABK) yang masih hilang, bertemu dengannya. Kebetulan Umay, sapaan akrabnya, berprofesi sebagai seorang wartawan. Oleh Koordinator Media TKN Jokowi-KH Ma’ruf, Monang Sinaga, Umay dikenalkan kepada Kiai Ma’ruf.

Setelah mendengar cerita tentang masih hilangnya ayahanda Umay, M.Pande Saleh, Juru Mesin di kapal naas itu, Kiai Ma’ruf memanjatkan doa.

“Yang tenggelam di Selat Bali menggunakan KM Multi Prima, sampai hari ini belum diketemukan. Mudah-mudahan, keinginan, cita-citanya, hajatnya, dikabulkan Allah SWT dan diselamatkan,” ujar Kiai Maruf sembari membaca surat Al Fatihah.

“Mudah-mudahan Allah memudahkan pencariannya.”

Kiai Ma’ruf menyampaikan permintaan kepada Basarnas supaya tetap berusaha secara maksimum. Upaya diberikan demi menemukan korban yang masih hilang. Tentu harapannya para korban, ketika ditemukan, masih hidup.

“Mari kita aminkan. Ini harapan kita semua. Doa kita semua, semoga Ananda Umay, keluarganya, dan kita semua juga, memperoleh pertolongan Allah SWT,” kata Kiai Ma’ruf.

Puluhan wartawan yang menyaksikan hal itu ikut larut dalam doa. Umay bersalaman dengan Kiai Ma’ruf. Tampak matanya sembab dan basah.

Seperti diketahui, kapal kargo KM Multi Prima rute Surabaya menuju Waingapu tenggelam di sekitar Selat Bali atau tepatnya di perairan utara Sumbawa, NTB, pada Kamis 22 November kemarin.

Dari 14 anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal, 8 orang dilaporkan selamat, sedangkan 6 lainnya belum ditemukan.

Yang terakhir ditemukan adalah Riski Naibahas alias Naun (20), setelah enam hari terapung di laut tanpa makan dan minum.

Pemuda asal Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang ini sempat dicakar seekor burung dan digigit ikan-ikan.

Riski ditemukan kapal berbendera Spanyol JPO Virgo di perairan laut Sumbawa, Rabu (28/11) pukul 14.00. Setelah itu, dia dievakuasi KM Senja Persada ke Pelabuhan Kali Mas, Surabaya.

Kepada sejumlah media massa, Riski menuturkan, sewaktu sendirian di lautan, dirinya tidak begitu yakin laut akan merenggut nyawanya. Sambil berusaha menyelamatkan diri, Riski tetap berdoa kepada Tuhan agar menolongnya.

Tinggalkan Komentar