Jakarta, Jurnalpublik.com – Dai kondang Aa Gym, tidak hadir dalam reuni 212 dikarenakan sudah memiliki acara jauh sebelum acara reuni 212.

“Yang sudah direncanakan jauh sebelum ada rencana reuni ini, tema milad ‘terima kasih guruku.’ Kami mendoakan dari jauh semoga kegiatan 212 penuh dengan rahmat, pertolongan, dan perlindungan Allah,” kata Aa Gym kepada¬†detikcom (2/12/2018).

Menurt Aa Gym, baik yang hadir ataupun yang tidak hadir di reuni 212, sama-sama merindukan NKRI yang damai, aman, tentram, adil, dan makmur.

“Kami percaya bahwa semua yang hadir, yang tak hadir, para tokoh, juga aparat, adalah keluarga besar rakyat Indonesia yang sama-sama merindukan NKRI yang damai, aman, tentram, adil, dan makmur. Semoga Allah mempersatukan dan memberkahi bangsa kita serta melindungi dari segala perpecahan dan kerusakan,” ujar Aa Gym.

Menurut Aa Gym lagi, mereka yang hadir ke reuni 212 bukan karena pilpres 2019.

“Jemaah yang datang pun rasanya bukan karena pilpres, tapi karena kecintaan kepada agama dan NKRI ini. Rindu keadilan dan kebersamaan,” tutur Aa Gym.

Aa Gym merasa bersyukur dan menyampaikan terimakasihnya kepada panitia, aparat dan juga pemerintah karena reuni 212 begitu indah, tertib, penuh hikmah dan makna.

“Alhamdulillah Aa sangat bersyukur Allah menolong sehingga Reuni 212 ini begitu indah, tertib, penuh hikmah dan makna. Sesudah berterimakasih kepada panitia, aparat keamanan yang bertugas, juga kepada Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah,” kata Aa Gym.

Aa Gym juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh jamaah yang hadir karena menyampaikan isi hati dengan keindahan akhlak.

“Dan utamanya kepada seluruh jamaah yang dengan luar biasa menyampaikan isi hati dengan keindahan akhlak dengan kesantunan, kesabaran, saling tolong-menolong dan saling menghormati terhadap agama yang lain, pun menampakan keindahan toleransi. Dan kepada para jamaah lainnya yang tidak hadir tapi turut mendoakan,” tambah Aa Gym.

Terkait pernyataan tentang pilihan, menurut Aa Gym adalah hak masing-masing karena tidak ada satupun tokoh yang bisa mengumpulkan massa semua di reuni 212 ini.

“Adapun pernyataan-pernyataan isi hati tentang pilihan adalah hak masing-masing. Tidak ada satupun tokoh, sekalipun Presiden, organisasi, partai golongan yang bisa mengumpulkan massa semua ini karena ini tidak bisa diakali atau direkayasa. Ini adalah panggilan hati sehingga ada yang rela berkorban waktu, harta, tenaga, pikiran dan dengan menyuarakan aspirasinya dengan keindahan akhlak, kemuliaan sikap, kesantunan,” terang Aa Gym.

Terakhir, menurut Aa Gym, semua kecurigaan Islam radikal terjawab sudah karena jangankan merusak NKRI, rumputpun tidak ada yang dirusak, sehingga kita harus berbaik sangka satu sama lain.

“Ini adalah aset bangsa, tidak perlu dicurigai. Semua kecurigaan Islam radikal, ingin memisahkan dari NKRI dan sebagainya sudah terjawab. Jangankan merusak NKRI, rumput pun tidak ada yang dirusak. Kita semua mencintai NKRI dengan caranya masing-masing dan kita harus berbaik sangka satu sama lain,” tutup Aa Gym.

Tinggalkan Komentar