Jakarta, Jurnalpublik.com – Hari ini (12/11/2018), bertempat di ruang 1 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pengacara LBH Master Indonesia berjibaku membela 4 orang remaja yang didakwa melakukan perampasan dan melanggar Pasal 356 KUHP yang diancam pidana 12 tahun penjara.

Koordinator pengacara para terdakwa, Slamet, mengungkapkan bahwa para pemuda-pemuda tersebut hanya tergelincir pola pergaulan dan lingkungan yang kurang baik.

“Para Terdakwa adalah pemuda-pemuda tanggung berusia antara 19 tahun dan yang paling tua 23 tahun, mereka hanya tergelincir pola pergaulan dan lingkungan yang kurang baik, bukan penjahat,” terang Slamet.

ketua LBH Master Indonesia, Fitrijansjah, menambahkan bahwa pembelaan dilakukan karena mempertimbangkan masa depan mereka.

“Kami membela mereka bukan karena kesalahannya, tetapi kami ingin hukum diterapkan kepada mereka secara adil dan mempertimbangkan masa depan mereka,” kata Fitrijansjah.

Ditambahkan lagi oleh Wildan Hakim, Ketua Litigasi LBH Master Indonesia, bahwa mereka melakukan pro bono terhadap masyarakat yang tidak mampu yang berurusan dengan hukum.

“Lembaga bantuan hukum kami hadir untuk berkontribusi membantu masyarakat yang tidak mampu yang berurusan dengan hukum, dalam menangani perkara ini pengacara kami tidak memungut biaya kepada klien,” jelas Wildan Hakim.

Sebagaimana diketahui ada 4 orang pemuda yang bernama Rizki, Juan Pelix, Andri, dan Firman mereka ditangkap polisi dan dituduh melakukan perbuatan perampasan, yang saat ini perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kasus pemuda-pemuda tersebut dibantu oleh LBH Master Indonesia yang baru berdiri satu bulan yang lalu, tepatnya tanggal 5 Oktober 2018. Meski baru satu bulan berdiri LBH ini sudah mulai menunjukkan kiprahnya di masyarakat.[]

Tinggalkan Komentar