Jakarta, Jurnalpublik.com – Hari ini (5/11/2018) Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi. Rilis tersebut diumumkan oleh Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto.

BPS mencatat ekonomi Indonesia triwulan III-2018 tumbuh 5,17%. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku triwulan III-2018 mencapai Rp3.835,6 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.684,2 triliun.

Ekonomi Indonesia triwulan III-2018 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 3,09% (q-to-q). Ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2018 (c-to-c) tumbuh 5,17%.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III-2018 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB (58,57%), diikuti Pulau Sumatra (21,53%) dan Pulau Kalimantan (8,07%).

Kondisi bisnis pada triwulan III-2018 meningkat, namun optimisme pelaku bisnis lebih rendah dari triwulan sebelumnya (ITB 108,05). Dan kondisi ekonomi konsumen triwulan III-2018 meningkat, namun optimisme konsumen lebih rendah dari triwulan sebelumnya (ITK 101,23).

Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang, naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 0,59% poin.

Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 40 ribu orang, sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,34% pada Agustus 2018. Penduduk yang bekerja sebanyak 124,01 juta orang, bertambah 2,99 juta orang dari Agustus 2017.

Sebanyak 70,49 juta orang (56,84%) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 0,19% poin dibanding Agustus 2017.[]

 

Tinggalkan Komentar