Muhammad Faiz Rozi beserta kader Partai Garuda

Purwakarta, Jurnalpublik.com – Muhammad Faiz Rozi, Calon Anggota DPR RI Dapil Jabar VII nomor urut 1 dari Partai Garuda, menerangkan bahwa setiap warga Purwakarta sudah semestinya menjaga kerukunan antar setiap umat, dan bisa menjaga toleransi dari berbagai aspek.

“Saya berharap perbedaan yang ada sekarang tidak membuat kita berselisih satu sama lain,” ungkap Faiz saat silaturahmi dengan warga Purwakarta beberapa hari lalu.

Menurutnya, Purwakarta ini banyak diisi oleh berbagai berbagai unsur agama dan budaya. Namun, dengan banyaknya unsur tersebut tidak menjadikan warga Purwakarta harus bersitegang.

Berkaca kepada sejarah bangsa ini, di mana semua masyarakat bisa menjalin keharmonisannya antar sesama. Hingga bangsa ini punya semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi tetap satu.

“Bhinneka Tunggal Ika merupakan jati diri bangsa ini, kita memang berbeda namun tetap satu, dan mari kita terapkan itu,” ajak Faiz.

Setio, salah satu umat kristiani juga mengungkapkan hal yang sama dengan Faiz saat ditemui di Purwakarta. Ia mengharapkan warga Purwakarta terus bisa menjaga kerukunan.

“Kita ga usah liat orang itu agamanya apa, dia suku apa, yang penting buat kita semua bagaimana kita mengedepankan sosial murni, tanpa melihat unsur agama maupun suku,” terang Setio.

“Kalau bisa ya Purwakarta ini jadi Indonesia Kecil,” lanjutnya.

Faiz melihat kondisi saat ini, banyak hal yang dapat merusak rasa kerukunan warga Purwakarta, banyak adu domba sana sini, seperti maraknya hoaks yang tersebar dan Pileg 2019 mendatang.

“Informasi yang masih tidak jelas kebenarannya terkadang bisa menjadi pemicu perselisihan, hal itu yang mungkin harus kita waspadai mulai sekarang,” ajak Faiz.

Belum lagi dengan adanya kontestasi Pileg di 2019 nanti, Faiz berharap jangan jadikan ajang pesta demokrasi itu sebagai ajang permusuhan antar sesama.

Menurutnya, kontestasi 2019 nanti hanyalah adu gagasan serta ide-ide brilian guna kemajuan masyarakat. Namun, lanjut Faiz, kondisi sekarang, hanya karena berbeda pilihan, para warga bisa adu gontok, bahkan tidak sedikit yang berakibat fatal.

“Menjelang Pemilu 2019 nanti hanyalah adu gagasan serta ide yang brilian, bukan ajang siapa lawan siapa,” tutur Mandira.

“kita harus tetap menjaga keharmonisan sesama, Mari kita tunjukkan bahwa warga Purwakarta bisa menciptakan suasana yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar