Jakarta, Jurnalpublik.com -Masa tanggap darurat di Sulawesi Tengah diperpanjang selama 14 hari ke depan. Perpanjangan dilakukan karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan.

Begitu kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB di Jalan Pramuka, Rawamangun, Jakarta Kamis (11/10), seperti dilansir RM Online.

Dia menjelaskan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola merasa masa tanggap darurat perlu diperpanjang.

Hal ini lantaran masih banyak pekerjaan lapangan yang harus diselesaikan, seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana pembangunan hunian sementara, penanganan medis, perlindungan sosial, pembersihan puing bangunan dan lainnya

“Makanya, diperlukan kemudahan akses agar penanganan dapat cepat,” ungkap Sutopo di kantor BNPB, di kawasan Jalan Pramuka, Jakarta, Kamis (11/10).

Sutopo menjelaskan bahwa masa tanggap darurat akan diperpanjang 14 hari ke depan atau berakhir pada 26 Oktober mendatang.

Sementara evakuasi korban telah disepakati untuk dihentikan per hari ini. Penghentian dilakukan karena ada pertimbangan-pertimbangan medis, psikolosi, sosial, dan agama.

“Namun masih adanya beberapa anggota masyarakat yang meminta evakuasi dilakukan maka diperpenjang 1 hari. Besok sudah betul-betul harus berhenti,” tandasnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.