Ana Pengungsi Desa Medana Lombok
Lombok, Jurnalpublik.com – Sejumlah pengungsi yang berada di titik posko Kampung Orongkopang, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara menyesalkan tidak meratanya bantuan yang diterima untuk korban gempa.
Pengungsi asal Desa Medana, Ana (35 tahun) mengatakan bahwa banyak kendaraan berisi bantuan untuk korban gempa tetapi tidak pernah mampir ke posko yang ditempatinya bersama 25 keluarga lainnya.
“Bahkan kadang saya melihat kendaraan berplat merah, plat pemerintah. Tetapi ketika kami cegat di jalan, mereka mengatakan bahwa bantuan tersebut untuk tempat lain”, tutur Ana.
Ana menyangka, hanya korban gempa yang mengenal orang pemerintahanlah yang mudah mendapat bantuan.
“Kami di posko ini adalah pengungsi dan rakyat kecil, tak kenal orang pemerintahan, maka diabaikan”, ujar Ana.
Gempa bumi yang melanda Pulau Lombok dan Bali berkekuatan 7 SR meratakan 3 kabupaten di Lombok.
Gempa yang terjadi pada minggu malam (5/08/2018) menyebabkan lebih dari 391 meninggal dan 156 ribu orang mengungsi.[]

Tinggalkan Komentar