JurnalPublik.com – GNPF Ulama merekomendasikan Ustad Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri sebagai Cawapres Prabowo, hal ini diputuskan dalam ijtima’ ulama dan tokoh nasional pada tanggal 27-29 Juli 2018. Menanggapi rekomendasi tersebut, Ustad Abdul Somad menolak halus dan justru mendukung Salim Segaf Al Jufri yang mendampingi Prabowo.

Hal ini ia sampaikan melalui akun Instagramnya sesaat setelah ramai putusan rekomendasi GNPF Ulama tersebut. Dalam postingan yang ia terbitkan siang hari ini (29/7), Ustad Somad justru memposting poster bergambarkan Prabowo dan Habib Salim dengan disertai kata-kata dukungan.

“Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim.” Tulisnya.

Ustad Somad menolak halus rekomendasi ini dengan menceritakan kisah Abdulan anak Sayyidina Umar yang menolak halus menjadi pemimpin setelah Sayyidina Umar Wafat, beliau mengatakan pengabdian memiliki banyak pintu dan akan fokus pada pendidikan dan dakwah.

“Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu, Fokus di pendidikan dan dakwah” Tulis Ustad Abdul Somad.

Yusuf Martak Ketua GNPF Ulama mengungkapkan rekomendasi pasangan Prabowo dengan dua nama Salim Segaf Al Jurfri dan Ustad Abdul Somad  adalah pasangan yang ideal, menggabungkan Nasionalis dan religius. “dua unsur yang berbeda antara nasional dan religius, bisa saling menguatkan” Ungkapnya.

Yusuf Martak menambahkan rekomendasi ini kemudian akan disampaikan kepada partai-partai koalisi yang akan mengusung pasangan tersebut, saat ini sudah mulai mengerucut koalisi empat partai, Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.

Tinggalkan Komentar