Bogor, Jurnalpublik.com – Permasalahan warga Parung Panjang dengan truk tronton yang melalui jalan Parung Panjang tak kunjung usai.

Meski kesepakatan telah dibuat namun truk tronton selalu saja berulah dengan melanggar kesepakatan bersama yang telah dibuat.

Untuk melampiaskan kekesalannya, warga Parung Panjang turun ke jalan melakukan demo.

Belum lama ini (5/7/2018) ratusan warga kembali turun ke jalan. Demo warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, ini karena kecewa jalan yang belum lama ini dibeton kembali rusak parah.

Kerusakan ini akhirnya menyulut kekesalan ratusan warga dengan menggelar aksi blokade jalan sebagai ungkapan kekecewaannya terhadap pemerintahan kabupaten Bogor dan pemerintahan propinsi Jawa Barat.

“Ini lemah dalam menegakan kebijakan. Jalan provinsi berkapasitas 8 ton sesuai Perda dibiarkan begitu saja dilintasi Tronton berkapasitas 45 ton dalam jumlah ribuan tanpa ada sangsi apapun,” kata Ochan, koordinator aksi di kawasan perlintasan jalur Parung Panjang dan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Ochan mengaku warga Parung Panjang sudah ‘curiga’ pada pemerintahan kabupaten dan merasa jenuh karena sudah berulangkali menggelar aksi turun ke jalan namun tidak mendapatkan perhatian prioritas dari pihak pemerintah.

“Jika pemerintah tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini, apalagi sudah berlangsung puluhan tahun. Pastinya, ada apa-apa di balik semua ini,” kata Ochan.

Badan jalan kawasan Parung Panjang pernah mengalami pembetonan sepanjang 10 kilometer. Pembetonan itu yang dilaksanakan Pemerintahan propinsi Jawa Barat menelan biaya Rp 50 miliar yang bersumber dari APBD.

“Kami dari MP3, berharap Bupati dan Gubernur Jawa Barat terpilih segera datang ke Parung Panjang, untuk melihat langsung permasalahan ini,” papar Ochan.

“Apalagi didalamnya terdapat pelanggaran mengesampingkan perda dan membiarkan kapasitas tonase yang berlebihan melewati jalan tersebut,” jelas Ochan.

Sumber: poskotanews.com

Tinggalkan Komentar