Tanjung Batu, Ogan Ilir – jurnalpublik.com, Ratusan pemuda desa yang tersebar di kecamatan Tanjung Batu menggelar Karnaval Bela Palestina pada rabu, 20 Juni 2018.

Agenda yang di prakarsai oleh komunitas Garuda Penesak ini di gelar sejak pukul 13.00 wib mengelilingi beberapa desa sepanjang lebih kurang 10 KM melewati desa Tanjung Batu dan Tanjung Atap.

 

Koordinator Lapangan Ahmad Syajari mengatakan, “Aksi ini merupakan satu bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita di Palestina, kami mengajak warga sekitar kecamatan Tanjung Batu untuk turut serta aktif melalui pemudanya agar senantiasa mendukung kemerdekaan Palestina, mendoakan, dan memberikan bantuan dana”. Ujar Syajari saat di wawancarai oleh tim jurnalpublik.

Tambahnya, Aksi ini akan menjadi komunitas dengan jumlah anggota terbesar di kecamatan Tanjung Batu dengan nama Alumni Aksi Bela Palestina 206.

Selanjutnya, Koordinator Aksi Rino Irlandi menjelaskan, “Aksi ini melibatkan perwakilan pemuda dari berbagai desa, baik Tanjung Batu, Tanjung Batu Seberang, Tanjung Tambak, Sri Tanjung, Tanjung Atap, Tanjung Baru Petai, Bangun Jaya, Tanjung Pinang, Limbang Jaya, Sri Bandung, dan beberapa desa lainnya. Aksi ini, InsyaAllah, akan menjadi langkah awal kita untuk menghidupkan beragam komunitas di kecamatan Tanjung Batu. Apalagi saat ini sudah mulai ada beberapa komunitas yang digagas oleh teman-teman kami di desa”. Ujarnya.

Selain Rino, Aksi ini juga di komandoi oleh Mohammad Kurniawan dan Kurniawan.

Beberapa orasi juga di sampaikan oleh pemuda perwakilan desa. Salah satunya, Aktivis gerakan Ahmad Risani, dalam orasinya menyampaikan, “hadirnya kita disini untuk menegaskan bahwa hati, pikiran, dan tenaga kita InsyaAllah tercurahkan untuk Palestina. Kepedulian kita ini adalah amanat konstitusi sebagaimana dijelaskan dalam pembukaan UUD ’45 bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dengan ini pemuda kecamatan Tanjung Batu mendeklarasikan diri untuk menjadi bagian dari perjuangan rakyat Palestina. Ini lebih dari membela kemanusiaan, melainkan bukti kesadaran kita akan keberislaman kita”. Terang Risani.

Respon masyarakat

Ada pemandangan menarik yang terjadi saat aksi ini berlangsung. Masyarakat sangat antusias memberikan dukungan berupa infaq untuk Palestina. Beberapa warga juga memberikan komentar positif dan mendorong agar aksi ini rutin dilakukan agar kegiatan di desa semakin ramai.

Salah satu warga mengatakan, “ikoni aksi Palestina pertamo kali di dusun kito. Rame pulo. Kamu tu jangan berenti disikolah. Olok lanjutkan. Adokan kegiatan banyak-banyak di dusun koni [ini aksi bela Palestina pertama di desa, dengan jumlah massa yang banyak. Harapannya jangan hanya berhenti disini. Adakan kegiatan lebih banyak di desa]. Ujarnya.

Dalam aksi yang berakhir pukul 16.00 ini, dana yang terkumpul sebesar lima juta sembilan ratus ribu rupiah.

Di akhir acara, aksi ini ditutup dengan tausyiah yang disampaikan oleh perwakilan KNRP Ogan Ilir Ustad Usamah Al-Muttaqin Anang Toha dan ditutup dengan acara foto bersama.[]

Tinggalkan Komentar