Front Pergerakan Syarikat Islam Indonesia

Jakarta, Jurnalpublik.com – Pergerakan Front Syarikat Islam Indonesia yang diwakili oleh Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), Pertahanan Ideologi Syarikat Islam Indonesia (Perisai) membantah pernyataan untuk mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mundur dari jabatannya.

Hal ini disampaikan dalam jumpa pers yang dilaksanakan di kantor DPP Syarikat Islam Indonesia (SII) Latumenten, Jakarta. Sabtu, (26/05/2018)

Ketua umum SEMMI, Azizi mengatakan akan terus berkomitmen untuk mendorong Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian terus menuntaskan pelbagai pekerjaan rumah (PR) sesuai tupoksinya, serta menjadikan Polri yang lebih maju, profesional, mengayomi dan dicintai rakyat.

“Sebagai elemen bangsa dan Warga Negara Indonesia, bersyukur bahwa Polri saat ini dipimpin oleh salah seorang putra terbaik bangsa yang miliki keistimewaan melampaui aspek profesinya, berwawasan luas, nasionalis, dan religius sehingga patut didukung dan dipertahankan,” Ujar Azizi.

Azizi juga menegaskan, kegiatan yang dilakukan di Jalan Taman Amir Hamzah No. 2 Menteng Jakarta Pusat, bukan organisasi yang tergabung dalam Pergerakan Front Syarikat Islam Indonesia di Jalan Prof Latumeten Raya No.16, Jakarta Barat.

“Kami tidak bertanggung jawab atas serangkaian aksi serta segala dampak yang yang timbul dari tindakan sekelompok orang yang mencatut nama SEMMI dan PERISAI,” paparnya.

Sementara itu, Panglima Pertahanan Ideologi Syarikat Islam Indonesia (Perisai), Saifullah, menjelaskan, di era Jenderal Pol Tito Karnavian terbangun kebersamaan, sinergitas dan komunikasi yang baik, khususnya dengan Ormas-Ormas Islam.

“Kami yakin dengan komitmen, semangat dan komunikasi yang baik, Insya Allah segala gangguan yang akan merugikan bangsa dan negara ini dapat teratasi dan diminimalisir sedini mungkin,” tukas Saifullah.

Terkait dengan peristiwa pemukulan demonstran mahasiswa dalam aksi 21 Mei 2018 di depan Istana Negara oleh Aparat, Azizi menyatakan keprihatinannya serta mendukung agar aparat kepolisian tetap menggunakan cara persuasif terhadap aksi demonstrasi mahasiswa.

 

Tinggalkan Komentar