Jakarta, Jurnalpublik.com – Menjelang Ramadhan (12 Mei 2018) dan sebelum take off kunjungan kerja ke Afrika, Fahri Hamzah, menyempatkan menitipkan ke pengacaranya surat cabut laporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus pencemaran nama baik yang dilakukan M. Sohibul Iman (Presiden PKS).

Sampai hari ini, pengacara-pun belum mengetahui alasan Fahri Hamzah cabut laporan tersebut, posisi Fahri Hamzah masih di Afrika, sehingga kawan seperjuangan-pun belum mendapat klarifikasi.

Apapun alasan Fahri Hamzah, pencabutan laporan ini bisa kita persepsi dengan husnudzon sebagai “niat baik” menjelang Ramadhan.

Pencabutan laporan ini mungkin juga di tafsirkan oleh sebagian orang sebagai penyesalan Fahri Hamzah, apapun itu persepsi orang positif atau negatif Fahri Hamzah sadar-sesadarnya terima itu sebagai kosekuensi sebuah keputusan.

Tetapi tindakan Fahri Hamzah ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa yang mengiringinya :

Pertama; Tibanya bulan Ramadhan adalah momentum untuk menjajaki kembali peluang terbukanya pintu “ishlah” antara M. Sohibul Iman/PKS dengan Fahri Hamzah. Fahri Hamzah memulai kemungkinan itu dengan mencabut laporan terhadap M. Sohibul Iman. Apakah nantinya sikap M. Sohibul Iman/PKS tidak sesuai dengan harapan Fahri Hamzah itu persoalan lain, Fahri Hamzah hanya ingin menunjukkan niat baik.

Kedua; Upaya-upaya fitnah terhadap PKS terkait issue terorisme yang dilakukan secara sistematis dan terencana oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan PKS harus dilawan bersama semua kekuatan PKS yang ada. Karena upaya-upaya fitnah belakangan ini adalah upaya serius untuk menghancurkan PKS.

Tampaknya Fahri Hamzah tidak ingin kasus antara dia dengan M. Sohibul Iman ditunggangi oleh orang-orang yang ingin menghancurkan PKS. Dan di berbagai kesempatan Fahri Hamzah mempertegas bahwa dia tidak akan meninggalkan PKS.

Fitnah terhadap PKS dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan PKS adalah upaya yang sama seperti yang terjadi di tahun 2013. Waktunya setahun menjelang Pamilu, 2013 menggunakan issue korupsi, di 2018 menggunakan issue terorisme, mendompleng kejadian ledakan bom di beberapa tempat.

Badai yang menerpa PKS di 2013, Anis Matta menyebutnya adalah sebuah “konspirasi”, apakah konspirasi ini akan kembali di ulang di 2018? Sinyal ke arah itu sudah mulai terlihat.

Massifnya gerakan #2019GantiPresiden yang kemudian di imbangi dengan gerakan IslamoPhobia, rupiah yang melemah, utang yang membengkak, ekonomi lesu dan maraknya tenaga kerja asing, adalah persoalan bangsa yang butuh peran PKS untuk menyuarakannya ke publik dan eksekutif. Dan itu membutuhkan semua kekuatan PKS, dan Fahri Hamzah adalah salah satu kekuatan PKS.

Semoga Ramadhan ini semua niat baik menjadi kenyataan…kekuatan PKS kembali menyatu untuk melawan pihak-pihak yang akan menghancurkan PKS.

Ramadhan Mubarak!!!
NJO, 18 Mei 2018

Oleh: irfanenjo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.