Gunung Merapi mengeluarkan erupsi. Kejadian ini terjadi pada pukul 07.35 hingga 07.55 WIB

Yogyakarta, Jurnalpublik.com – Terjadi hembusan asap merapi pada pukul 07.35 hingga 07.55 WIB sebagai aktifitas vulkanik. Ketinggian asap tersebut mencapat 3000 meter. BPBD Magelang melaporkan dalam rilisnya, Gunung Merapi memuntahkan debu panas dengan letusan freatik.

Erupsi freatik adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Erupsi Freatik terjadi ketika adanya air tanah, air laut, air danau kawah, atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi, panas dari magma akan membuat air tersebut menjadi uap, dan ketika tekanan uap sudah sangat tinggi dan tidak bisa dibendung, maka akan terjadi letusan yang disebut Erupsi Freatik.

Dilaporkan juga dari Meteocast, jika ada sedikit hembusan angin, selatan-timur, kecepatan 7-11 Km/jam. Untuk kelembaban relatif: 76-86%.

Saat ini dilaporkan status Gunung Merapi sudah kembali normal. Masyarakat sekitar Gunung Merapi dihimbau tetap tenang dan waspada. BPBD Magelang juga menghimbau kepada masyarakat agar menjauhi radius 3-5 kilometer dari puncak Merapi.[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.