Pontianak, Jurnalpublik.com – #NgopiBarengFahri yang ke 19 sampai ke Pontianak, Kalimantan Barat (8/5/2018).

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, dalam orasi politiknya menyampaikan perlu digarisbawahi bahwa dia berbicara di acara #NgopiBarengFahri tersebut tanpa teks dan konsep.

“Saya menggarisbawahi bahwa saya bicara di sini tanpa teks, tidak ada yang saya konsep. Maksud saya, saya ingin tampil apa adanya karena yang mau kita tangkap dari semua ini adalah roh, jiwa dan rasa dari suatu bangsa. Terutama dari anak-anak muda yang penuh rasa ingin tahu dan ingin perubahan kearah yang lebih baik, yang hati nuraninya masih jernih menangkap tanda-tanda yang ada di sekitarnya,” kata Fahri.

Kemudian Fahri menjelaskan awal mulanya acara #NgopiBarengFahri diadakan.

“Ngopi bareng ini dimulai dari diskusi yang cenderung ugal-ugalan di media sosial. Ada yang pro dan ada yang kontra. Saya dulunya dianggap terlalu banyak hattersnya tapi lama-lama loversnya juga banyak,” terang Fahri.

“Lalu muncul ide agar percakapan di dunia maya dibikin di dunia nyata karena di media sosial orang bisa bersembunyi di balik nama palsu yang anonim. Tapi di dunia nyata kita bicara apa adanya. Kita ingin menangkap apa yang bergemuruh di dunia maya tersebut ternyata juga bergemuruh di dunia nyata,” jelas Fahri.

Menurut Fahri, dulu orang berdiskusi di dunia nyata sehingga terbentuklah jong-jong.

“Jadi kalau dulu orang berkumpul di dunia nyata, berorganisasi. Kalau kita tarik sejarah kita, di tahun 1928 terbentuklah jong-jong yang kemudian bersatu untuk merumuskan identitas kebangsaan kita. Tercetuslah sumpah pemuda, tampillah mereka dengan mengambil semangat zaman sebagai gelombang dalam sejarah,” kata Fahri.

Fahri menerangkan, “Inilah yang sering saya sampaikan di mana-mana, apakah saya sedang menghadapi gelombang baru Indonesia,” tegas Fahri.

Tinggalkan Komentar