Jakarta, Jurnalpublik.com – Menurut pengamat politik, Rocky Gerung dalam ILC TvOne kemarin malam (24/4/2018), drive personal tidak bisa menentukan Indonesia, seorang presiden untuk memimpin negara memerlukan visi dan misi dan visi misi itulah yang harus kita evaluasi dari setiap presiden.

Menurut Rocky begitu juga dengan visi misi presiden Joko Widodo, kita lupa mengevaluasi visi misi nawacita presiden Joko Widodo.

“Kita berupaya membayangkan, tadi pertanyaan dari para panelis, apa yang mau dilakukan kedepan gitu. Seolah-olah anda masih percaya bahwa drive personal dari seorang calon akan menentukan Indonesia itu. Barusan dibuktikan bahwa seluruh drive personal yang ditaruh di dalam buku yang namanya visi-misi presiden Jokowi nggak ada satu pun yang jalan itu. Ya tapi ada ini, iya tapi tapinya, tapi yang prinsipnya nggak jalan,” kata Rocky.

“Kita orang lupa untuk mengevaluasi presiden Jokowi berdasarkan nawacita, kan kita musti evaluasi berdasarkan itu kan. Karena itu yang dijanjikan visi misinya,” jelas Rocky.

Rocky menjelaskan, kita kehilangan kepercayaan kepada visi individual.

“Sehingga sekarang orang ingin kembali pada GBHN. Karena kita kehilangan kepercayaan kepada visi individual yang memang palsu, nggak dilakukan itu. Apa itu GBHN itu, Garis Besar Haluan Negara. Perlu nggak presiden punya GBHN tuh? Haluan itu ada persis di depan kapal, di depan mata nahkoda itu, hanya untuk menuntun dia tiba di pelabuhan. Tapi kalau nakodanya cerdas, bahkan dia nggak perlu haluan. Dia bisa tau navigasi hanya dengan melihat cahaya bintang itu. Dia bisa tahu tinggi ombak dalam kegelapan hanya dengan taro tangannya untuk tahu arah angin, kecepatannya berapa itu. Itu kalau nahkodanya pinter.”

Kita perlu GBHN karena nahkodanya buruk hari ini. Jadi kita diatur sedemikian rupa oleh semacam kegalauan, tiba-tiba muncul GBHN tuh. Loh cuma sekarang nahkodanya buta huruf terhadap navigasi tuh. Jadi kapal kita kemana? Ya itu bisa jadi ghost fleet bener-bener. Karena nggak, karena nahkodanya nggak tahu mau kemana. Apalagi kalau nahkodanya seperti sekarang, kiri kanan ideologinya, dia nggak bisa zig-zag di antara dua pulau, apalagi pulaunya Pulau Reklamasi, tersangkut dia di situ pasti,” terang Rocky.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.