Jakarta, Jurnalpublik.com – Wacana impor dosen datang dari Menteri Riset dan Teknologi Tinggi Mohammad Nasir. Nasir mengatakan, Indonesia membutuhkan setidaknya 200 orang tenaga dosen asing untuk bersaing dan meningkatkan reputasi di dunia pendidikan internasional.

“Salah satu indikator penilaiannya adalah staff mobility yaitu jumlah dosen asing yang masuk ke Indonesia dan sebaliknya dosen Indonesia di luar negeri,” kata Nasir di gedung Kementerian Riset dan Teknologi, Selasa (10/4/2018).

Saat ini jumlah dosen luar negeri yang mengajar di Indonesia total baru ada sekitar 30 orang. Indonesia membutuhkan 1000 orang dosen luar negeri, namun dalam waktu dekat ini anggaran yang tersedia baru untuk 200 dosen.

Ditemui terpisah, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya setuju dengan wacana impor dosen kalau tujuannya untuk peningkatan level reputasi universitas Indonesia di dunia internasional.

“Karena profesi dosen menuntut kualitas akademik yang tinggi sehingga harus siap bersaing dengan siapa saja,” kata Dahnil.

Namun Dahnil tidak setuju kalau yang diimpor untuk posisi rektor, sebab itu terkesan merendahkan kapasitas kepemimpinan akademisi Indonesia. “Mengapa nggak sekalian impor Menristeknya saja? Apalagi menjelang reshufle. Pas waktunya,” sindir Dahnil.[]

Tinggalkan Komentar