Bandar Lampung, Jurnalpublik.com – Agenda Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) KAMMI yang di gelar di Bandar Lampung Mei 2016 yang lalu, menjadi hari bersejarah bagi dunia pergerakan mahasiswa Indonesia. Agenda yang di laksanakan selama lima hari itu akhirnya mengukuhkan satu kesepakatan tentang cita-cita kebangsaan dalam sebuah buku berjudul “Platform Perjuangan Jayakan Indonesia 2045”.

Platform yang terjilid dalam lima BAB itu berisi paparan dan dedahan tentang sejarah, tafsir perjuangan, cita-cita kemerdekaan Indonesia, Pancasila sebagai dasar dan prasyarat kejayaan Indonesia, dan agenda kebangsaan KAMMI. Setiap BAB mengurai tentang konsep dan design perjuangan KAMMI dalam menyongsong kejayaan Indonesia.

Tahun 2018 KAMMI memasuki usia ke-20, sebagai salah satu elemen penggerak dan pemersatu bangsa, KAMMI berperan penting dalam mengawal proses kehidupan berbangsa dan bernegara sejak reformasi 20 tahun silam. Di usia yang relatif muda ini pulalah, KAMMI telah mendefinisikan diri sebagai gerakan mahasiswa yang selaras dengan semangat zaman (zeitgeist).

Deskripsi Demografi

Sebagai projek jangka panjang, agenda ini menjadi perkerjaan antar generasi, yang barangkali akan mengalami tantangan demi tantangan berbeda setiap zaman dan pelakunya. Ide dan gagasan agenda ini di isi oleh generasi yang sebagian besar lahir di penghujung 80-an dan awal 90-an, kisaran usia 18 hingga 30 tahun, biasa disebut generasi Y. kelompok usia ini adalah mereka yang ter-genealogi oleh generasi sebelumnya, yaitu para aktifis penggerak reformasi yang lahir sekitar 15 tahun sebelum mereka.

Generasi Y ini, oleh banyak pakar disebut generasi milenial yang terkoneksi satu dengan yang lain, karena hidup di zaman kemajuan tekonologi, dan sebagian besar dari mereka berpendidkan tinggi.

Generasi pasca  mereka yang akan melanjutkan ide ini adalah generasi Z, yang di tahun 2018 ini sebagian masih berada di usia under-eighteen. Kelompk usia ini diprediksi juga akan mengalami akselerasi pendidikan yang lebih tinggi ketimbang generasi sebelumnya, sekaligus akan hidup di ligkungan masyarakat yang relatif lebih stabil dalam ukuran struktur sosial-politik. Dengan catatan tidak terjadi “kejutan” politik (political split) yang benar-benar parah di tahun-rahun mendatang.

Saat ini struktur demografi Indonesia 65 persen dihuni penduduk usia produktif, dengan dominasi penduduk berusia dibawah 45 tahun. Maka wajar jika Indonesia disebut ‘negerinya anak muda’. Anak muda dengan segala ide dan karakteristiknya. Karakteristik inilah berdampak pada dunia pergerakan mahasiswa di masa kini dan akan datang.

Agenda 2045 ini juga banyak dikaji oleh para pakar dan praktisi di bidang pendidikan dengan sebutan Indonesia emas, Indonesia Jaya, atau Golden Generations. Dimana di tahun itu Indonesia berusia 100 tahun kemerdekaan.

Ekspresi Identitas

Selain komposisi usia, demografi penduduk Indonesia juga menggambarkan struktur keberagaman dari sisi etnisitas dan agama. Dengan prinsip toleransi dan rasa empati yang sudah matang di zaman ini, maka kedepan kita tidak lagi melihat konflik identitas, melainkan kita akan menyaksikan ekspresi dari identitas-identitas itu. Identitas yang akan berekespresi menjadi semacam pilihan politik, keberpihakan ideologis, tingkat ekonomi, kompetensi keilmuan, dan sebagainya.

KAMMI sebagai organisasi yang, setidaknya, memiliki tiga identitas, jelas akan berekspresi sebagaimana identitasnya. Yaitu Islam, Indonesia, dan Mahasiswa (muda-intelektual).

Sebagai sebuah prinsip yang universal, islam hidup dalam segala dimensi ruang dan zaman, secara geografis maupun ideologis, hari ini dan masa depan, serta menjadi asas dalam perjuangannya. Islam bukanlah ibadah ritual belaka. Melainkan perangkat nilai yang menginternalisasi dalam diri individu pemeluknya dan secara kolektif berekspresi menjadi ibadah sosial. Memberikan energi perubahan, termanifestasikan dalam aplikasi nyata. KAMMI adalah gerakan islam, sebagaimana harokatuddakwah yang menyeru pada kebaikan dan menentang kemungkaran.

Sebagai wadah perjuangan anak-anak muda yang tumbuh besar di Indonesia, KAMMI jelas diahirkan untuk Indonesia. Ruang lingkup geografis Indonesia menjadi identitas kebangsaan bagi KAMMI. Sehingga ruang karyanya adalah Indonesia dengan segala hiruk-pikuk dan dinamikanya. Maka tak bisa dielakkan adanya interelasi antara KAMMI dengan rakyat dan elemen masyarakat, sebagaimana ruh dan tubuh.

Begitu juga dengan partai politik dan pemerintahan, KAMMI muncul sebagai gerakan moral dan intelektual berdimensi politik. Bekerjasama dalam bingkai independensi. Pun dengan media massa sebagai pilar demokrasi. Terhadap media massa yang konstruktif KAMMI berpartner dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih baik.

Selanjutnya, sebagai bagian dari masyarakat dunia, KAMMI menyadari peran serta Indonesia dalam pergaulan internasional. Sehingga tidak bisa untuk berlepas dari perhatian isu-isu global yang melanda dunia.

Generasi muda selalu identik dengan idealisme dan cita-cita, kritis dan solutif. KAMMI adalah gerakan kepemudaan pewaris sah dari masa depan bangsa ini. Juga hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai gerakan kepemudaan dan intelektual. sebagai elemen gerakan kepemudaan, KAMMI bekerjasama dengan seluruh elemen gerakan pemuda dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Selain itu sebagai gerakan intelektual, KAMMI menjalin kerjasama dan interaksi intelektual dengan perguruan tinggi, yang merupakan kawah chandradimuka pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak bangsa.

Era baru Indonesia akan berhadapan dengan “orientasi baru”, Anis Matta menyebutkan bahwa pencapaian terbesar pendiri bangsa pasca kemerdekaan adalah pembentukan konstitusi dan menjadikan politik sebagai panglimanya. Sementara itu, di era Orde Baru menempatkan ekonomi sebagai panglima. Sedangkan pasca reformasi orientasi telah berubah, kita tidak lagi berhadapan dengan masalah politik atau ekonomi, melainkan ke persoalan kualitas hidup dan eksistensi masyarakat (society). Kondisi ini tidak lepas dari berubahnya struktur demografi yang sudah kita bahas sebelumnya.

Masyarakat adalah panglima di era sekarang ini. Fokus pembangunannya adalah ruang-ruang yang dapat melibatkan masyarakat. Konsepsi Jayakan Indonesia merupakan satu diantara ide-ide anak-anak bangsa dalam mewujudkan peran masyarakat tersebut.

Melihat begitu besarnya cita-cita ini, maka sewajarnya sebagai sesama elemen bangsa kita bahu membahu mesukseskan cita-cita ini, baik dalam tataran individu hingga ke tataran yang lebih luas: masyarakat dan negara. Kerja gerakan bukanlah kerja tahunan melainkan kerja peradaban lintas generasi.[]

*) Tulisan ini dibuat dalam rangka menyemarakkan Milad KAMMI yang ke-20

Tinggalkan Komentar