Jakarta, Jurnalpublik.com – Akhir tahun 2018, transaksi tanpa berhenti di gerbang tol akan mulai diterapkan di Indonesia.

Pemerintah sedang menyiapkan lelang badan usaha untuk menyediakan teknologi sistem transaksi tanpa berhenti di jalan tol atau multi lane free flow.

“Sekarang sedang persiapan. Kami belum memilih jenis teknologinya yang sesuai dengan kondisi kita dan sekarang sedang evaluasi,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, kepada Kompas Senin (19/3/2018), di Jakarta.

Menurut Basuki, banyak teknologi yang ditawarkan untuk transaksi tanpa berhenti di semua jalur jalan tol. Teknologi tersebut antara lain dari Jepang, Taiwan, Hongaria dan Korea. Pemerintah akan memilih teknologi yang paling sesuai dengan kondisi di Indonesia sekaligus yang biayanya paling rendah.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, saat ini BPJT sedang menyiapkan lelang untuk badan usaha yang akan menyelenggarakan transaksi di semua jalur tol tanpa henti.

Menurut Herry, pemerintah tidak akan terlalu fokus pada jenis teknologi yang disediakan, misalnya menggunakan sistem berbasis gelombang radio atau satelit. Yang penting, badan usaha itu dapat memenuhi standar pemerintah, yakni akurasi transaksi harus tinggi dengan harga yang paling murah sehingga masyarakat tidak terbebani.[]

Tinggalkan Komentar