50 Juta Data Akun Facebook Bocor

Jakarta, Jurnalpublik.com – Facebook tengah mendapat kecaman dikarenakan sejumlah data akun penggunanya di Amerika bocor ke pihak yang tidak berhak. Hal itu diduga terjadi juga di Indonesia.

Menurut  Sekjend STATUM Institute, Agus Purwanto berharap jangan sampai, data-data privat itu dipergunakan untuk hal lain di luar sepengetahuan pemiliknya, untuk itu DPR harusnya serius menanggapi kasus Facebook ini.

“Kasus Facebook ini mestinya menjadi pintu baru agar DPR serius memasukkan konten perlindungan data pribadi. Karena selain platform sosial media, penyalahgunaan bisa juga digunakan oleh aplikasi lain seperti tranportasi online, situs jual-beli dan lainnya yang mewajibkan member memasukkan data pribadinya,” ujar Agus

Agus juga mengatakan untuk masyarakat agra mendesak DPR untuk melakukan investigasi, apakah facebook melakukan hal serupa di pemilihan presiden 2014 lalu (di Indonesia-red), sebagaimana dugaan yang terjadi di pemilihan presiden Amerika Serikat.

“Apalagi Mark Zuckerberg, CEO Facebook, diketahui melakukan pertemuan dengan salah satu capres peserta pemilihan presiden 2014 (di Indonesia-red) sebelum pemilihan presiden berlangsung,” tambah Agus

Sebelumnya, sebuah perusahaan analis data yakni Cambridge Analytica (CA), dilaporkan terlibat dalam skandal terkait kebocoran data puluhan juta pengguna aplikasi Facebook di Amerika.

Setelah ditelusuri, ternyata perusahaan yang pernah  bekerja dengan tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, itu dianggap telah memanfaatkan jutaan data guna membuat sebuah program software yang hebat sehingga dapat memprediksi serta mempengaruhi pemilihan suara.

Tinggalkan Komentar