Tangkuban Perahu

Jakarta, Jurnalpublik.com– Kita duduk dimeja yang sama, namun kita mengenang hal yang berbeda, kita menyanyikan lagu yang berbeda..

Mungkin hanya Padi yang sama..

Kita meminum kopi dari cangkir yang sama, namun kita memandang ke arah yang berbeda, kita bercerita hal yang berbeda..

Mungkin hanya Tangkubanperahu yang sama..

Kita mengenang halte yang sama tapi dengan tujuan yang berbeda, kita meresapi batin yang berbeda, kita menangisi hal yang berbeda..

Mungkin hanya akhirat yang sama..

Kita tertawa pada hal yang berbeda, marah pada hal yang berbeda..

Kecuali tentang Fahri..

Namun kita masih disini, masih bersama, dan tak akan berubah..

Bukan, bukan makan malam bersama yang selalu kita usahakan, tapi hanya naik gunung bersama di liburan sekolah..

Bukan, bukan komunikasi yang kita andalkan, tapi saling percaya yang kita sematkan..

Seuntai puisi dihari puisi sedunia..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.