Jakarta, Jurnalpublik.com – .. “Dasar permusuhan, kejahatan dan kedengkian yang muncul dikalangan manusia ialah karena mengikuti NAFSU. Siapa yang menentang nafsunya berarti membuat hati dan badannya menjadi tentram dan sehat. 

Abu Bakar Al Warraq berkata :
“Jika nafsu yang menang, maka hati menjadi gelap. Jika hati menjadi gelap, maka dada terasa sesak. Jika dada menjadi sesak, maka akhlaq menjadi buruk.

Jika akhlaq menjadi buruk, maka ia membenci orang lain, dan orang lainpun membencinya. Maka perhatikanlah apa yang diakibatkan nafsu, seperti kebencian, kejahatan, permusuhan, mengabaikan hak orang lain dan sebagainya.”

“Harus mengetahui bahwa nafsu tidaklah  mencampuri sesuatu melainkan ia merusaknya.

Jika nafsu mencampuri ilmu, maka ia mengeluarkannya kebid’ah dan kesesatan, pelakunya menjadi kelompok orang yang mengikuti nafsu.

Jika nafsu mencampuri zuhud, maka ia mengeluarkan pelakunya kepada riya’ dan menyalahi sunnah.

Jika nafsu mencampuri hukum, maka ia mengeluarkan pelakunya kepada kedholiman dan menghalangi kebenaran.

Jika nafsu mencampuri pembagian, maka mengeluarkan pembagian itu kepada ketidak adilan dan kebohongan.

Jika nafsu mencampuri ibadah, maka ibadah itu akan keluar dari ketaatan dan taqarub. Jadi, selagi nafsu mencampuri sesuatu, maka ia akan merusaknya…..”

(Dalam kitab Raudhah Al-Muhibbin wa nuzhah Al-Musytaqin ~ Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)

Tinggalkan Komentar