Jakarta, Jurnalpublik.com – Saya mohon ijin dalam libur menulis ringan sebetulnya. Ini tentang #JatiDiriPKS untuk memberi warna lain. Agar sebagai partai politik, kader-kader baru PKS mengerti hal lain yang mengitarinya. Bahwa politik dan kekuasaan tidak pernah sederhana.

Sejarah, ilmu pengetahuan dan juga agama akhirnya memberikan perhatian paling besar pada politik dan kekuasaan. Tentang bagaimana ia menjadi mulia dan bagaimana ia menjadi hina. Tentang bagaimana ia berdiri megah dan tentang bagaimana ia dihancurkan. #JatiDiriPKS

Sebelum ia menjadi rumit, maka ia disusun menjadi lebih sederhana. Di dimensi yang sederhana inilah perlu dipahami secara lebih dalam. Agar kita tetap menjadi sederhana karena dengan kesederhanaan #JatiDiriPKS kita masih bisa saling menyela, saling sapa dan bicara.

Kita awalnya adalah gumpalan niat baik, tidak punya maksud lain kecuali kebaikan. Tidak punya cita-cita kekuasaan kecuali dalam rangka tegaknya kebaikan itu sendiri. Tujuan kita negeri akhirat, dengan itu kita ingin menjaga kemuliaan hidup atau mati sebagai syuhada. #JatiDiriPKS

Kalau dikatakan sekarang seolah ia nampak utopis atau mengkhayal, padahal biarlah ia menjadi tetap sederhana seperti itu. Keep it simple! Hidup mulia atau kembali padaNya dalam kesaksian. Hanya dengan cara itu yang rumit kita sederhanakan. Inilah #JatiDiriPKS !

Hidup Mulia atau Mati Sebagai syuhada, adalah pernyataan cinta sejati para pejuang sepanjang masa. Di Indonesia ia disederhanakan menjadi kata, “Merdeka atau Mati!” Merdeka artinya hidup mulia dan mati artinya menjadi syuhada. Simpel! #JatiDiriPKS

Kalimat sederhana itulah yang menyalakan api dan menghidupkan jiwa para pemuda dan pejuang pahlawan Indonesia untuk bangkit dan berjuang melawan dan mengusir penjajah sampai titik darah penghabisan. Rawe-rame rantas malang-malang putung! #JatiDiriPKS

Dalam perjalanan, saya sering merenungkan. Kenapa sering sekali muncul situasi rumit, dan saya temukan karena politik itu berkait erat dengan kekuasaan. Dan sering kita tidak sadar. Rumus cinta yang awalnya sederhana menjadi rumit karena kekuasaan. #JatiDiriPKS

Kita dulu orang sederhana, duduk dalam sebuah ruangan sederhana, bersaudara dan saling memanggil saudara dan saudari, sejajar dan merata saling cinta dan membaca ayat-ayat Illahi, tanda-tanda kauni dan menkaji cara memperbaiki diri dan masyarakat madani. #JatiDiriPKS

Cinta kita penuh, meluap dan melampaui ambisi serta melumatkan tirani. Semua nampak kecil dan terlampaui. Allahuakbar, hanya Dia yang mendominasi hati, ego dan ambisi hilang, sikap dan cara kandang lurus ke depan! Menyongsong kegemilangan janji-janji robbani. #JatiDiriPKS

Hati kita bersinar, penuh oleh cinta Illahi; pagi, siang dan malam penuh oleh zikir dan amal memperbaiki negeri. Pikiran kita cemerlang, tampil menjawab kejumudan dan rasa takut melawan tirani. Hidup penuh optimisme…serasa semua dalam genggaman, masa depan nampak terang!

Halaqoh, Usroh dan pertemuan menjadi kawah energi yang tak pernah berkurang. Bertambah dan menggelegak memberi kekebalan lahir batin sehingga dunia tak pernah bisa lebih besar dari cinta dan kasih sayang. Kekuasaan tak membuat kita bergeming untuk lupa mati. #JatiDiriPKS

Dalam #JatiDiriPKS seharusnya cinta akan mengepung kekuasaan. Dan efek buruknya akan dikekang dalam keharusan untuk tidak melupakan kesederhanaan karena semua ini tentang Merdeka atau Mati! Kekuasaan yang besar yang membuat kita terbelenggu adalah tragedi.

Itulah tantangan kita sekarang, ketika justru ketika kekuasaan belum terlalu besar, tetapi terasa ada yang mulai hilang dari kita. Menyelinap pada awalnya dalam hati dan mulai terasa merusaknya hingga hampir mati. #JatiDiriPKS

Kita mulai pura-pura saling tidak kenal, kekuasaan membuat kita berjarak, “aku berkuasa, kau orang biasa, aku Qiyadah, kau kader biasa, tunduklah, minta maaflah, jamaah tak boleh kalah, satu orang tak boleh merusak semuanya, kehormatan..harga diri…bla2222…!” #JatiDiriPKS

Kita mulai tidak melihat dengan mata batin, kita mulai memasukkan pertimbangan politik yang kering, ketika puncaknya halaqoh tak lagi dijadikan sentral dalam penumbukan #JatiDiriPKS tetapi wibawa struktur dan politik!

Padahal, jika kita kembali kepada #JatiDiriPKS dan kembalinya kesederhanaan sebagaimana tadi, maka tak akan ada yang berani menyusup dalam barisan, yang palsu akan nampak, dan yang asli akan bertahan sinarnya,… kini mulai terasa ada yg lain di antara kita.

Dalam #JatiDiriPKS tidak seharusnya setiap kita berbicara dengan bahasa kekuasaan. Semuanya harus kembali lada ukhuwah dan cinta. Karena jika dasarnya adalah cinta takkan ada saling curang dan main belakang. Ini jamaah bukan organisasi intelijen.

Saya tumbuh dalam #JatiDiriPKS yang kental. Sulit saya melupakan, sesuatu telah tertanam dan menjadi benih, telah tumbuh beranak pinak dan berkembang, menjadi pohon dan berakar, sulit dicerabut, sulit dihilangkan. Ini buah tarbiyah bukan fiksi Konspirasi.

Maka jika masih ada cinta padamu, datanglah dengan perasaan tenang. Jangan musuhi aku. Jangan gundah gulana. Kembalilah menjadi sederhana. Jangan berkonspirasi, jangan main belakang, jangan karang cerita fiksi. #JatiDiriPKS

Aku terlalu mengerti diriku, saudara-saudaraku yang masih berjuang dengan kehangatan. Aku masih di dalam, aku tak mungkin pergi. Aku telah menjadi darah dagingmu. Jika kau lukai aku kau akan berdarah. Kembalilah pada kesederhanaan…dan jati diri.

Semoga masih ada waktu untuk kita, untuk rumah kita, untuk orang tua, kaum muda dan Anak-anak di dalamnya. Syaratnya hanya #JatiDiriPKS yang sederhana karena kita adalah gumpalan niat baik. Hanya itu. Tapi niat baik yang tak dijaga akan rusak semua.

Bismillah, mari terus melangkah. Tanpa ragu dan bimbang. Tanpa rasa putus asa. Jika niat kita baik, jika cinta menjadi jalan, kita lagi akan bertemu lagi. Mari songsong masa depan. Sambut kemenangan. Kobarkan Semangat Indonesia. Sekian. #JatiDiriPKS

Diambil dari twitter @fahrihamzah (17/3/2018)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.