Wasekjen PKS Mardani Ali Sera

Jakarta, Jurnalpublik.com – Partai Demokrat (PD) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sentul Bogor. Rapimnas PD ini dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato pembukaan menyebut bahwa jika ditakdirkan, maka Demokrat akan senang berjuang bersama bapak (Jokowi). Hal ini dianggap sinyal kuat PD akan merapat ke lingkaran koalisi Jokowi.

Rapimnas Demokrat kali ini dilakukan sebagai konsolidasi dalam pemenangan rangkaian pemilu serta pemanasan mesin politik Demokrat. Selain itu Rapimnas ini menegaskan kembali rapimnas 2017 lalu untuk mengusung kader sendiri pada pemilu berikutnya.

Pada penutupan rapimnas (11/03/2018) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pidato penutup yang mengapresiasi pemerintahan Jokowi. AHY menuturkan bahwa banyak hasil yang telah diraih pemerintahan saat ini yang dipimpin Jokowi. Ia pun mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada pemerintahan saat ini.

Kemesraan PD dan Jokowi sepertinya membuat partai lain seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra agak was-was. Bisa jadi kedekatan ini menghilangkan peluang terjadinya poros ketiga calon presiden pada pilpres mendatang.

PKS menilai Partai Demokrat hanya sedang bermain tiga kaki. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Mardani Ali Sera mengungkapkan bahwa Demokrat pada rapimnas kemarin masih tetap mendua bahkan mentiga. Demokrat memiliki peluang besar untuk membuat poros ketiga, peluang mendukung Jokowi besar dengan catatan AHY masuk (cawapres) dan peluang bergabung dengan Prabowo juga ada.

Mardani yang merupakan salah satu capres yang diusung PKS ini menilai bahwa kedekatan Demokrat dengan Jokowi kemarin adalah salah satu upaya penyusunan strategi pilpres. Dia menganggap Demokrat belum memiliki sikap kongkrit dan tegas mengenai pilpres 2019.

PD memiliki kepentingan dalam memajukan kadernya dalam Pilpres 2019. AHY merupakan salah satu tokoh internal yang digadang-gadang akan diusung menjadi capres/ cawapres. AHY saat ini didapuk menjadi Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk pemenangan pemilu Partai Demokrat.

Meski ada kader internal yang disosialisasikan untuk pencapresan namun sikap tidak kongkrit Demokrat pada rapimnas masih meninggalkan teka-teki siapa yang akan didukung pada pilpres mendatang.

Tinggalkan Komentar