Jakarta, Jurnalpublik.com – Nampaknya masih banyak orang yg kurang menghayati tentang ” kasih ibu..”

Sebab ungkapan “kasih anak sepanjang galah dan kasih ibu sepanjang jalan” benar adanya.

Suatu ketika ibuku sakit dan tubuhnya yg sudah sepuh itu seolah terkulai tak berdaya.

Pandangannya seperti menerawang jauh.. maka aku pun bertanya, apa yg ibu pikirkan.. anak2 ibu ya ? Iya, jawabnya..

Aku pun menghiburnya: ” Anak-anak ibu sudah besar2, biarkan mereka menyelesaikan persoalan mereka sendiri.

Dengan lembut ibupun berucap: “Tidak bisa begitu , cinta anak sebesar buah Pala cinta ibu sebesar buah Kelapa… biarpun jauh, biarpun mereka lupa, rahim tempat mereka dulu berada masih disini.” Ibuku pun mengusap perutnya.

Seorang ibu yang mulia dan terhormat tidak akan pernah menyia-nyiakan anak, apalagi marah berkepanjangan hingga hingga tidak ada pintu maaf (memecatnya), itu sama saja mengutuknya. Mengutuk anak sama saja dengan mengutuk dirinya sendiri.

Mulutnya boleh memarahinya tapi hatinya memeluknya erat-erat tanda kasih sayang. Marahnya seorang ibu hanya dimulut saja dan tidak pernah sampai ke hati.

Demikian dalam dan luasnya kasih Ibu.

Diambil dari tweeter @feri_firman

Tinggalkan Komentar